Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar Lirik Ganjar, PDIP Sebut Kadernya Lebih Laku dari Partai yang Nawarin

Golkar Lirik Ganjar, PDIP Sebut Kadernya Lebih Laku dari Partai yang Nawarin Ganjar Pranowo Ngantor Pakai Sarung. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Golkar melirik Ganjar Pranowo sebagai pendamping Ketum Golkar Airlangga Hartarto di pilpres 2024. Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut, kader partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu laku di partai lain.

"Artinya kader PDI Perjuangan laku di mana-mana, laku juga di partai lain," katanya lewat pesan tertulis, Jumat (12/11).

Andreas pun menyindir kader PDIP lebih laku dari partai tuan rumah. Artinya partai yang menawarkan Ganjar masuk.

"Mungkin lebih laku dari kader partai tuan rumah ya (Golkar), yang nawarin," ungkap anggota DPR RI ini.

Menurutnya, saat ini partai banteng masih fokus bekerja mengawal pemerintahan Jokowi. Urusan pilpres 2024 masih santai.

"Kerja dulu dukung, kawal pemerintahan Jokowi. Ini penting, untuk sukses pemerintahan sebagai modal elektoral menuju pileg-pilpres 2024. Pilpres masih lama," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid melirik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai pendamping Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Golkar terbuka menampung Ganjar untuk diduetkan dengan Airlangga Hartarto sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Dia mengatakan demikian dalam diskusi di DPR RI. Dalam acara itu turut hadir Ketua Umum Ganjarist Mazdjo Pray yang merupakan relawan pendukung Ganjar Pranowo sebagai capres.

"Jadi adinda Mazdjo, jangan khawatir kalau misal Ganjar tidak dapat tempat di partainya, ada Golkar terbuka," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11).

Nurdin mengatakan, Ganjar sebagai calon presiden atau calon wakil presiden urusan belakangan. Hal itu bisa dibicarakan kemudian hari. Airlangga membutuhkan calon wakil presiden untuk maju di Pilpres 2024.

"Apakah nomor satu, nomor dua itu soal nanti. Pak Airlangga tak mungkin maju sendiri, pasti ada wakil," ujarnya.

"Kalau di rumahnya tidak dapat tempat, ini ada rumah baru," sambungnya.

Soal koalisi, Nurdin melihat kemungkinan akan terbentuk tiga koalisi pasangan calon presiden.

Golkar hanya butuh satu partai untuk bisa mengusung pasangan calon presiden. Sementara PDIP bisa mengusung sendiri. PKB yang menginginkan mengusung Ketumnya Muhaimin Iskandar perlu tiga sampai tiga partai. Sedangkan, Gerindra dan NasDem perlu dua partai untuk mengusung pasangan calon presiden.

"Dari exercise itu bisa lihat siapa yang mulus jadi capres dan siapa yang tidak mulus jadi capres," tandasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP