Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar ingatkan Mendagri, penunjukan Pj Gubernur tak timbulkan konflik kepentingan

Golkar ingatkan Mendagri, penunjukan Pj Gubernur tak timbulkan konflik kepentingan Mendagri setuju dengan Kapolri soal anggota yang tak lolos verifikasi KPU bisa balik lagi. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Wacana penunjukan dua jenderal polisi sebagai penjabat Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara, menimbulkan pro kontra. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memercayakan sepenuhnya keputusan penunjukan penjabat Gubernur pada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Namun Airlangga mengingatkan Tjahjo, apapun keputusannya tidak menimbulkan konflik kepentingan.

"Pada dasarnya sejauh memenuhi perundang-undangan. Sejauh itu kewenangan Kemendagri. Kita silakan saja mengambil kebijakan. Dan satu catatannya, pilihan-pilihan itu tidak menimbulkan conflict of interest," kata Airlangga usai memimpin rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (29/1).

Airlangga tidak mau mengarahkan pandangan partainya untuk mempengaruhi keputusan Tjahjo. Golkar menyerahkan seluruhnya kepada Mendagri.

"Ya tentu pertama kalau penjabat Gubernur kewenangan dari Mendagri kita serahkan ke Mendagri," kata Airlangga.

Mendagri Tjahjo telah membahas dua Pati Polri yang cocok untuk mengisi penjabat gubernur di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Di dua daerah itu masa jabatan gubernur telah habis 2018, sehingga harus ditunjuk penjabat gubernur untuk mengisi kekosongan posisi itu sampai terpilih gubernur baru.

Mendagri mengusulkan Asops Kapolri Irjen Pol Iriawan sebagai penjabat (Pj) gubernur Jawa Barat dan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Martuani Sormin sebagai penjabat Gubernur Sumatera Utara.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP