Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gibran Ditegur Bawaslu Karena Pendukung Langgar Protokol Kesehatan

Gibran Ditegur Bawaslu Karena Pendukung Langgar Protokol Kesehatan Gibran Rakabuming Raka. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Solo, usai dilakukan. Dua pasangan bakal calon, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) telah dinyatakan sah memenuhi syarat. KPU akan mengesahkan kedua pasangan pada 23 September nanti.

Kendati rampung, namun tahapan pendaftaran tersebut masih menyisakan permasalahan. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Solo, menengarai kedua bakal calon telah melanggar protokol kesehatan Covid-19. Mereka menghadirkan banyak pendukung saat perjalanan ke KPU. Bawaslu pun memberikan teguran kepada mereka.

Seperti diketahui pasangan Gibran-Teguh mendaftar di KPU pada Jumat (4/9) dengan naik sepeda dan andong. Sedangkan pasangan Bajo mendaftar KPU pada Minggu (6/9) dengan naik kuda, andong, dan jalan kaki.

Divisi Pengawasan Bawaslu Solo, Muh Muttaqin menyayangkan adanya arak-arakan massa tersebut. Mengingat situasi di Kota Solo saat ini masih dalam pandemi Covid-19.Menurutnya, protokol kesehatan terutama jaga jarak kurang bisa dikendalikan saat menuju ke kantor KPU.

"Jadi mereka mengabaikan jarak. Itu yang kami jadikan sorotan pelanggaran protokol kesehatan. Kami sangat menyayangkannya," ujar Muttaqin, Senin (6/9).

Muttaqin mengaku telah melayangkan teguran pada kedua pasangan bakal calon. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan persoalan ini ke KPU. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang pada acara tahapan Pilkada berikutnya.

"Pelanggaran protokol kesehatan ini ke jadi sorotan kami. Kita juga minta KPU tegas, karena ini persoalan serius terkait bahaya penyebaran Covid-19," tegasnya.

Habib Luthfi

Gibran menghadiri acara Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se-Solo Raya, di Benteng Vasternberg, Senin (7/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo serta sejumlah pimpinan daerah serta tokoh lintas agama se Solo Raya. Gibran tiba di lokasi saat Ganjar sedang memberikan sambutan.

Gibran pun langsung diarahkan oleh FX. Rudy untuk menempati kursi di deretan depan di samping kursi Gubernur. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu langsung sungkem kepada Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Habib Luthfi pun tampak menyambut salam Gibran, terlihat dalam moment itu Habib Luthfi juga memberi nasihat kepada Gibran.

Gibran kemudian mendekatkan dirinya kepada Habib sembari menunduk sambil mendengarkan apa yang disampaikan ulama itu.

"Ya, namanya anak muda harus ada ungah-ungguh, apalagi beliau ini habib," tuturnya.

Gibran mengaku ia terngiang dengan sambutan Habib Luthfi yang menyinggung soal kebanggaan menggunakan produk asli buatan Indonesia. Termasuk istilah menyebut nama-nama barang dari luar negeri yang terkenal seperti Lele Bangkok, hingga Duren Bangkok. Padahal kekayaan produk asli Indonesia tak kalah dengan luar negeri.

"Kita terapkan saja di Solo (produk lokal). Kalau di Solo ya kita harus bangga pakai batik. Kemarin saya mendaftar (Ke KPU) pakai lurik, ya hal-hal kecil seperti itu tapi ada efeknya," katanya.

Gibran berharap acara doa Kebhinekaan ini dapat membawa ketenangan dan kedamaian di Kota Bengawan sekaligus sebagai simbol kebangkitan melawan pandemi Covid-19.

"Harapannya semoga Indonesia, terutama di Solo tetap adem ayem, ini juga jadi moment kebangkitan melawan pandemi Covid-19," katanya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP