Gerindra sebut efek Prabowo lebih besar dari Jokowi di Pilkada Serentak 2018
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan efek Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada partai di Pilkada Serentak 2018 tidak terlalu besar. Menurutnya sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto lebih berpengaruh pada kemenangan elektabilitas calon.
"Faktor Pak Jokowi terhadap partai kecil, dibandingkan faktor Pak Prabowo atau faktor sentimen ganti presiden," kata Ace dalam sebuah diskusi bertajuk 'Pilkada, Kotak Kosong dan Pilpres' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).
Menurut Ferry, keberhasilan sosok Jokowi dalam mempengaruhi pemilih bisa dilihat dari elektabilitas calon yang diusung. Elektabilitas itu, kata dia, harusnya mencapai lebih dari 50 persen.
"Partai lain yang mendukung pasangan yang popular, elektabilitasnya sudah tinggi, turun di Jateng kalo Ganjar menang 70 persen baru hebat itu efek Jokowinya, dan kerja maksimal partainya iya," ujarnya.
"Kalo hasilnya cuman 50-an persen itu memperlihatkan faktor Pak Jokowi turun kemudian partai pendukungnya efortnya kecil," ungkapnya.
Sedangkan Gerindra, tambah Ferry, sudah bisa dibilang berhasil menghidupkan mesin partai dalam Pilkada. Karena, di Jawa Tengah dan Jawa Barat elektabilitas calon yang diusung cukup besar.
"Kita liat keberhasilannya darimana. Menurut strategi Gerindra, keberhasilan adalah menghidupkan mesin partai dan itu baik. Jadi sekarang Gerindra tren mesinnya maksimal baik PKA, PAN, PKB di Jateng," ucapnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya