Gerindra anggap tak wajar survei yang sebut elektabilitas Prabowo turun
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berharap, lembaga survei lebih terbuka dengan metode penelitian yang merilis elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang kurang dari 20 persen. Sebab, dalam survei tersebut elektabilitas Prabowo dianggap kurang wajar.
"Kita imbau ini kan lembaga survei yang kemarin menyatakan Pak Prabowo elektabilitasnya turun. Yang kita imbau supaya lebih terbuka lah dalam metode survei dan lain-lain," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4).
"Yah kalau menurut apa yang kita dapat menurut hasil survei internal yang juga kita enggak rilis apa yang disampaikan hasil survei itu menurut kami kurang wajar juga gitu," lanjutnya.
Menurut Dasco, selama ini, Prabowo sudah berusaha untuk tidak membuat kegaduhan. Padahal selama ini partainya bisa saja meminta mantan Danjen Kopassus itu masif menaikan elektabilitasnya melalui berbagai macam cara.
"Nah kalau kemudian ada survei yang mengatakan elektabilitasnya turun yah kita bisa saja nanti minta Pak Prabowo supaya elektabilitas naik supaya rakyat puas," ungkapnya.
"Apa yang disampaikan oleh rakyat tentang ketidak puasan misalnya tentang kinerja pemerintah terhadap kami wakilnya yang di DPR kemudian belum terwujud yah kami bisa minta Pak Prabowo setiap hari ngomong di media sosial misalnya ketidakpuasan," ucapnya.
Sebelumnya, Survei Litbang Kompas terbaru dalam enam bulan terakhir elektabilitas Jokowi naik dari 46,3 persen menjadi 55,9 persen. Sedangkan kompetitif Prabowo Subianto berada di angka 14,4 persen.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya