Gerinda anggap survei kepuasan kinerja Jokowi cuma buat penguasa
Merdeka.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo meningkat dari 50,6 persen selama 2015 menjadi 60,5 persen pada tahun ini. Presentasi itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Survei yang dilaksanakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mempertanyakan objektivitas hasil survei tersebut. Desmond menilai survei CSIS itu hanya berisi tendensi politik dari kelompok tertentu dan tidak ada manfaatnya untuk masyarakat.
"Pertama survei itu diperlukan oleh siapa, masyarakat atau penguasa itu sendiri? atau orang yang memesan partai itu sendiri? survei itu netral atau tertutup punya tujuan kepentingan?" kata Desmond saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/9).
"Kalau dilihat dari parameter itu sederhana saja, pada konsepnya itu dalam rangka untuk mengukur kepentingan penguasanya," sambung dia.
Menurutnya, tujuan survei hanya mengukur kepentingan pemerintah bukan mengukur kepuasaan publik atas kinerja Jokowi-JK. Konteks kepentingan penguasa yang dimaksud adalah melemahnya parlemen dan menguatnya pendukung Jokowi di parlemen.
"Karena kepentingan pengukurannya adalah bahwa melemahnya parlemen menguatnya pendukung Jokowi di parlemen, ya kan. Tapi ini bicara soal kekuasaan, bukan tentang kepuasan publik," tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, maksud dari survei itu hanya mengarah pada sejauh mana popularitas Jokowi selama memimpin Indonesia. Seharusnya, yang diukur oleh CSIS adalah kepuasan publik terhadap parpol, baru kepuasan terhadap kinerja Jokowi-JK.
"Kan harusnya kepuasan publik kepada partai, kepada pemerintah, baru masuk kepada titik-titik itu, ketidakpuasan. Kalau ini kan sengaja, 'oh Pak Jokowi masih meningkat popularitasnya', itu aja yang disampaikan melalui survei. Kemaslahatan untuk masyarakat banyak kan enggak ada," klaimnya.
Sebelumnya, survei yang dilaksanakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo meningkat dari 50,6 persen selama 2015 menjadi 60,5 persen pada tahun ini.
"Publik menganggap kinerja Presiden Jokowi jauh membaik dibandingkan survei kami tahun lalu," ujar Direktur Eksekutif CSIS Philips Vermonte dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/9) dikutip dari Antara.
Kenaikan signifikan sebesar 15,9 persen itu dipengaruhi tingginya optimisme masyarakat terhadap kemampuan pemerintah mewujudkan masa depan Indonesia lebih baik.
Kepuasan tertinggi terhadap pemerintahan Presiden Jokowi tampak pada bidang maritim sebesar 63,9 persen, disusul bidang hukum sebesar 62,1 persen, dan politik sebesar 53 persen. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya