Gayus Tambunan dan RJ Lino bukan orang biasa
Merdeka.com - Seminggu belakangan ini media massa diributkan kembali oleh sosok mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Gayus diketahui berfoto bersama di sebuah restoran di bilangan Jakarta. Padahal mantan pegawai pajak ini sedang menjalani masa tahanannya selama 30 tahun di lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
Kasus 'nyelonongnya' Gayus keluar lapas bukan kali ini saja. Gayus juga pernah tertangkap kamera sedang asyik nonton tenis di Bali. Dia juga pernah diketahui jalan-jalan ke luar negeri menggunakan pasport palsu, untuk menyamarkan identitasnya.
Publik pun dibuat geleng-geleng dengan tingkah laku Gayus. Sehebat apa Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak bisa seenaknya mengelabui hukum dengan mudah.
Sebelum heboh kasus Gayus di restoran, publik diramaikan dengan berita penggeledahan kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara oleh Bareskrim Polri. Saat itu, Dirut PT Pelindo II RJ Lino berang dengan aksi nyelonong Polri yang mengobrak-abrik kantornya.
RJ Lino bahkan langsung menelepon Menteri Bappenas Sofyan Djalil untuk menyampaikan protesnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). RJ Lino bahkan tak takut mengancam kepada Jokowi untuk mundur, jika kasus penggeledahan terkait pengadaan 10 mobil Crane di Pelindo II tidak segera diselesaikan oleh Jokowi.
Benar saja, tak berapa lama Komjen Pol Budi Waseso yang memimpin penggeledahan itu diganti dari Kabareskrim. Meskipun, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti membantah jika pergantian Budi Waseso dari Kabareskrim tidak terkait kasus Pelindo. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya