Gatot dan Gus Irawan bersaing ketat di Pilkada Sumut

Reporter : Hery H Winarno | Sabtu, 2 Maret 2013 03:42




Gatot dan Gus Irawan bersaing ketat di Pilkada Sumut
Pilgub Sumut. ©2012 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dan Indomatrix, mencatatkan dari lima pasangan calon, dua pasangan calon di antaranya berpeluang menjadi jawara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara. Dua pasangan calon itu adalah, Gatot Puji Nugroho yang berpasangan dengan Tengku Erry Nuradi dan Gus Irawan Pasaribu yang berduet dengan Soekirman

"Dalam survei Puskaptis-Indomatrix, pasangan calon gubernur Sumut yakni Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi memperoleh elektabilitas tertinggi yakni 33,49 persen," kata Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Jumat (1/3).

Diurutan dua, menguntit, duet Gus Irawan Pasaribu- Soekirman, yang meraih elektabilitas sebesar 26,48 persen. Di posisi ketiga, pasangan Amri-Rustam Effendi Nainggolan dengan angka elektabilitas 11,85 perse. Baru setelah itu, pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal yang mendapatkan tingkat elektabilitas sebesar 7,80 persen. Sedangkan jagoan PDI-P, yakni Effendi MS Simbolon-Djumiran, tingkat elektabilitasnya sebesar 7,40 persen.

"Persaingan di Pilkada Sumut bakal berlangsung seru. Gus Irawan unggul di enam wilayah yakni Asahan, Karo, Labuhan Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sedangkan Amriunggul di Nias Utara. Selebihnya 26 kabupaten/kota dikuasai oleh Gatot," urai Husin.

Sedangkan responden yang belum menentukan pilihannya, ungkap Husin, mencapai 12,98 persen. Menurutnya, kenapa Gatot masih unggul, karena responden yang disurvei menganggap Gatot-Tengku memiliki kinerja bagus dan mampu menciptakan lapangan kerja. Husin juga mengatakan, berbeda dengan Pilkada di Jawa Barat yang pemilihnya homogen, di Sumut pemilihnya cenderung heterogen yang beragam etnik, budaya dan agama.

"Inilah uniknya Pilkada Sumut yang pemilih tidak begitu mempersoalkan masalah perbedaan agama atau etnik. Jika pemilih yang belum menentukan pilihan memberikan suara pada 7 Maret mendatang, maka bisa saja Pilkada Sumut berpotensi 1 putaran dengan perolehan suara 30 persen plus 1," kata dia.

Menurut Husin, dalam Pilkada penampilan figur lebih menentukan calon yang akan dipilih oleh pemilih. Peran aktif mesin partai politik tak terlalu signifikan. Survei Puskaptis Indomatrix sendiri kata dia, dilakukan sejak 24-28 Februari lalu diadakan di 33 kabupaten/kota dengan 1.250 responden. Margin error survei lebih kurang 2,8 persen. Survei menggunakan teknik multistage random sampling dengan sistem tatap muka.

"Dan tingkat kepercayaan 95 persen," ujarnya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Pilgub Sumut

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Review: Balotelli mandul, The Reds diimbangi Hull
  • Ritual Suro di Gunung Lawu, Andini terjatuh hingga patah tulang
  • Ditawari miliaran, Once lebih pilih Raffi Ahmad
  • Dipecat Demokrat, Ambar Tjahyono belum terima surat pemecatan
  • Usai lantik menteri, Jokowi bakal gelar rapat kabinet perdana
  • Jokowi disebut miliki indra keenam
  • Mantan Sekda Aceh Tenggara jadi terdakwa korupsi
  • Review: palu West Ham hantam The Citizens
  • Pekanbaru marak pencurian, polisi kerahkan tim pemburu preman
  • Ahmad Dhani, Al, El dan Safeea serba putih di resepsi Raffi Ahmad
  • SHOW MORE