Fit & Proper Test Calon Panglima TNI, DPR akan Tanya Isu Papua & Tes Keperawanan
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani menyambut baik pengusulan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI. Menurutnya, pengalaman dan rekam jejak Andika akan mampu mengemban tugas sebagai Panglima TNI.
“Dalam pengamatan kami, Jenderal Andika cukup banyak melakukan terobosan yang bisa membawa angin segar bagi organisasi TNI ke depannya. Ia juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, humanis serta responsif,” kata Christina Dalam keterangannya, Kamis (4/11).
Mengenai jadwal Fit and Proper Test, Christina menyatakan Komisi I masih menunggu penugasan dari Bamus. Rencananya, fit and proper tes calon panglima TNI akan digelar Jumat (5/11) besok.
“Komisi I tengah menunggu penugasan dari Bamus untuk mulai menjalankan proses fit and proper test terhadap Jenderal Andika yang nantinya akan melalui beberapa tahapan. Merujuk praktik sebelumnya akan ada proses verifikasi administrasi, verifikasi faktual, uji kelayakan dan kepatutan, serta rapat pleno pengambilan keputusan. Hasil pleno selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR-RI,” jelasnya.
Komisi I DPR telah menyiapkan pertanyaan untuk Andika. Dua isu yang menjadi perhatian yakni keamanan Papua dan penghapusan tes keperawanan TNI.
“Soal isu keamanan di Papua, isu-isu seputar keamanan laut, dan tentu saja implementasi dari wacana penghapusan tes keperawanan untuk calon prajurit TNI,” katanya
“Menanggapi beberapa pandangan terkait dinamika dan rotasi matra, kembali kami tegaskan bahwa penunjukan Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden. UU 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur kemungkinan rotasi antar matra sebagai Panglima TNI namun sekali lagi, bukan merupakan hal yang diwajibkan. Kami percaya TNI profesional dan siap menjalankan keputusan Presiden sebagai Panglima tertinggi,” tandasnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya