Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Fans Rhoma Irama banyak, tapi yang benci juga banyak'

'Fans Rhoma Irama banyak, tapi yang benci juga banyak' Rhoma Irama. merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, mengatakan rencana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung raja dangdut Rhoma Irama merupakan strategi partai yang cerdas dalam mengarungi pemilu. Namun hal tersebut mesti dikaji ulang kembali pasalnya dalam pengusungan capres tidak hanya mengandalkan sebuah popularitas.

"Rhoma sosok yang populer, tapi popularitasnya tidak seluruhnya diterjemahkan dalam bentuk elektabilitas," kata Burhanudin Muhtadi, di Kantor INILAH.COM Jl Rimba Buntu 42, Cipete Utara, Kebayoran Baru Jaksel, Minggu (8/12)

Menurutnya, sebagian masyarakat memang mengenal Rhoma Irama tapi tidak suka dengan Raja Dangdut itu juga sangat seimbang. Untuk itu, jika dalam partai tetap mengusung raja dangdut tersebut dapat dilihat dari elektabilitas terhadap partai yang mengusungnya.

"Jadi harusnya popularitas tinggi diikuti tingkat kesukaan tinggi. Dan itu akan menimbulkan elektabilitas yang mampu mengatrol partai yang selama ini digadang-gadang mencalonkan dia," ujarnya.

Ia melihat, meskipun menjadi publik figur di masyarakat, untuk memberikan elektabilitas terhadap partai nampaknya terlalu dini jika mampu memberikan suara yang signifikan.

"Bahwa banyak fans-nya iya. Tapi juga banyak haters-nya. Ini yang harus dipahami oleh PKB. Jangan sampai upaya untuk mengusung Rhoma Irama justru mencederai kerangka PKB sebagai partai pluralis. Kita tidak lupa dengan kata-kata Rhoma yang cenderung bertentangan dengan PKB," pungkasnya. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP