Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fahri sebut pemerintah tak tahan dengar kritik

Fahri sebut pemerintah tak tahan dengar kritik Fahri Hamzah. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pemerintah tidak arogan dalam menghadapi kritik. Hanya saja, pemerintah tidak tahan dengan banyaknya kritik yang masuk.

"Bukan arogan. Kupingnya kurang tebel. Maksudnya itu dia enggak tahan dengar kritik. Kalau Anda jadi eksekutif itu kerjaan hari-harinya itu tahan pada kritik dengan cara punya sistem," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).

Menurutnya pemerintah harus menerima kritikan dari masyarakat ataupun tokoh dengan baik. Sebab, kritikan bisa menjadi bahan evaluasi pemerintahan.

"Memang teorinya begitu. Tugas dari pemerintah adalah menjelaskan. Tugas dari yang di luar pemerintahan itu mengkritik," ungkapnya.

Fahri pun menyarankan pemerintah untuk terbuka mengenai tugas dan proyek yang sedang dikerjakan. Tentunya keterbukaan itu, lanjut Fahri, harus diiringi data-data negara yang relevan sehingga bisa mencegah berkembangnya hoaks.

"Kalau Anda enggak bisa ngomong rakyat memproduksi hoaks. Kalau negara memproduksi hoaks kita engga bisa ngomong rakyat memproduksi hoaks. Kalau negara memproduksi hoaks tambah banyak lagi hoaks di luar. Karena itu dia harus ngomong dengan data," ucapnya.

Sebelumya, SBY sempat berharap pemerintah tak arogan dalam menanggapi kritik. Hal itu menanggapi perdebatan Amien Rais dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. SBY meminta keduanya menyelesaikan persoalan dengan cara kekeluargaan.

"Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu kedaulatan berada di tangan rakyat. Tapi rakyat juta tak boleh absolut," kata SBY.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP