Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fahri Hamzah beberkan 74 janji jokowi di pilpres, 61 di Jakarta

Fahri Hamzah beberkan 74 janji jokowi di pilpres, 61 di Jakarta Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com/Vany Nestia Jayani

Merdeka.com - Kesal kicauannya dipolitisir, Fahri Hamzah membeberkan janji-janji Jokowi selama kampanye capres dan saat kampanye gubernur DKI Jakarta. Dia pun tak takut jika nanti dipanggil Bawaslu soal kicauannya yang menyebut janji Jokowi sinting akan membuat 1 Muharram jadi hari santri.

"Saya ini rajin dari dulu saya mengumpulkan dokumen janji Jokowi itu saya catat tiap hari, beserta tanggalnya selama dia jadi gubernur DKI. Ini ada total 61 janji, ini saya list setiap dia janji. Macem-macem janjinya mulai di bawah sumpah sampai tidak di bawah sumpah," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/7).

Fahri bahkan membeberkan janji kampanye Jokowi akan mengemban tugas sebagai gubernur di Jakarta selama lima tahun. Namun baru dua tahun, Jokowi sudah mencalonkan diri sebagai presiden.

"Dalam UU informasi publik janji pejabat atau calon pejabat negara adalah kebohongan publik," tegas dia.

Dia menjelaskan, ada 45 janji yang belum direalisasikan oleh Jokowi di Jakarta. "Di realisasikan baru 5 hanya 5. Yang dilaksanakan tapi masih jalan di tempat itu ada 7 yang sampai sekarang itu tidak jelas prosesnya ada 4," imbuhnya.

Sementara untuk pilpres, kata Fahri, Jokowi sedikitnya sudah berjanji 70 kali. Termasuk soal janji Jokowi yang akan membuat 1 Muharram jadi hari santri.

"Terus selama pilpres juga ada janjinya dia ada sekitar 70 kali nih janji lagi. Nah saya itu kan mengobservasi ini semua lalu dia mengatakan 1 Muharram jadi hari santri, 1 Muharam jangan lupa, karena dalam Hadits Nabi, Muharam salah satu dari 4 bulan suci ijtihad Umar Bin Khatab, penanggalan islam mulai tanggal 1," kata dia.

"Ini dijanjikan lagi sama dia untuk menggarap santri, maka saya bilang ada 360 hari setiap ada yang minta dia kasih," imbuhnya.

Dia menegaskan, selama ini tak pernah dan tidak mau menyerang pribadi seseorang. Dalam kasus tersebut, Fahri menerangkan, hanya menyerang janji Jokowi.

"Ini soal ide, record saya enggak pernah nyerang pribadi orang tidak boleh nyerang pribadi orang dan mana pribadi Jokowi yang saya serang? yang saya serang adalah ide. Itu konstruksinya sekarang tentu banyak orang yang gunakan ini untuk berpolitik. Biasalah ini kan memang lagi ya," pungkasnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP