Fahri: DPR tandingan bak jenderal mengaku presiden, tangkap!
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan tidak ada konsep dualisme dalam sistem bernegara. Menurut dia, tidak tempat untuk DPR tandingan yang dibuat kubu Jokowi.
Fahri mencontohkan, misalnya ada seorang presiden terpilih yang sudah resmi dilantik jadi orang nomor satu di sebuah negara. Namun tiba-tiba ada orang lain yang mengaku juga sah jadi presiden, maka orang yang mengaku-ngaku itu harus ditangkap.
"Ada seorang tentara menyusup ke Istana, dia mengumumkan dia presiden, tapi di saat yang bersamaan ada presiden yang sah dipilih pemilu mengatakan saya presiden. Itu enggak ada aturannya," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/10).
"Karena enggak ada aturannya, penyelesaiannya orang itu ditangkap atau dalam bahasa kasar dia ditiadakan karena negara tidak mengenal konsep dualisme," imbuhnya.
Karena itu, Fahri menegaskan bahwa tidak ada yang namanya dualisme. Seluruh institusi negara seperti Jaksa Agung, Mahkamah Agung, Polri semua hanya ada satu dan tidak ada dualisme.
"Demokrasi kita semua rijit, sudah ada aturannya," pungkasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya