Fadli Zon yakin intelijen yang sadap telepon SBY dan Maruf Amin
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menduga ada campur tangan intelijen dalam penyadapan percakapan Ketua MUI Maruf Amin dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kubu terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) menuding fatwa penistaan agama yang dikeluarkan MUI atas perintah dari SBY kepada Maruf melalui sambungan telepon yang disadap itu.
"Bagi saya ini suatu hal yang sangat aneh. Berarti ada kerjaan intelijen di situ yang melakukan suatu penyadapan ilegal. Itu political spying, itu suatu hal yang sangat-sangat berbahaya," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2).
Masalah sumber rekaman percakapan itu, kata dia, perlu diusut secara tuntas. Penegak hukum harus mengungkap penyadapan itu dilakukan melalui institusi atau oknum di institusi.
"Sehingga menurut saya masalah penyadapan ini harus diangkat apa betul saudara Ahok melakukan penyadapan via institusi? Atau via oknum di institusi? Harus diusut tuntas, karena ini sangat berbahaya, berbahaya bagi demokrasi kita," tegasnya.
Fadli menilai, jika pihak intelijen terlibat dalam penyadapan tersebut maka akan merusak demokrasi di Indonesia.
"Ini dosa besar dalam demokrasi melakukan penyadapan ilegal oleh institusi-intitusi negara atau oleh oknum-oknum institusi negara tersebut," pungkas Fadli.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya