Fadli Zon tuding laporan Sudirman Said ke MKD sebuah manuver politik
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyerang balik Menteri ESDM Sudirman Said yang telah menuding ada politisi DPR meminta jatah dari PT Freeport sembari mencatut nama Presiden Jokowi. Menurutnya, justru selama ini Sudirman yang sering melakukan pelanggaran undang-undang dengan membantu PT Freeport.
"Yang dilakukan oleh saudara Sudirman Said ini suatu manuver politik, untuk menutupi sesuatu. Justru dialah yang paling banyak menguntungkan Freeport dengan memberikan izin melakukan ekspor," tuding Fadli di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/11).
"Jadi banyak keganjilan, saudara Sudirman Said ini sedang melakukan manuver politik apa. Sedang menutupi apa. Dia bekerja untuk siapa. Apakah dia ini sekarang bekerja untuk presiden atau siapa, atau untuk Freeport," imbuh Fadli.
Keganjilan lain, menurut Fadli, kasus ini sudah terjadi semenjak bulan Juni silam. Akan tetapi Sudirman baru melaporkan hari ini. Pelaporan pun bukan ke polisi namun ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
"Perlu dicatat bahwa selama ini Kementerian ESDM-lah yang memberikan banyak keleluasaan pada Freeport. Kemudian ada undang-undang juga mengharuskan untuk ekspor harus mempunyai smelter. Jadi harus tidak boleh bahan bakunya," kata Fadli.
"Seperti kita ketahui justru kementerian ESDM itu memberikan keleluasaan pada Freeport untuk mengekspor, padahal belum ada smelter, jadi ini justru pelanggaran terhadap undang-undang apa yang dilakukan Sudirman Said terhadap Freeport," tudingnya.
Lantas Politisi Gerindra ini merasa curiga dengan manuver politik yang dilakukan Sudirman. Padahal selam ini menurut Fadli, Sudirman sudah bekerjasama pada Freeport meski melanggar undang-undang.
"Dia memberikan kemudahan itu dengan melanggar undang-undang. Karena harusnya untuk mengekspor ada smelter. Antam saja, perusahaan BUMN tidak bisa melakukan ekspor karena belum ada smelter. Kenapa kok saudara Sudirman Said bisa memberikan semacam menandatangani izin untuk Freeport bisa ekspor, ini kan bisa memberikan kerugian negara," terangnya.
Fadli juga mengkritik keras Sudirman karena selama ini dianggap tak memiliki satu pun prestasi. Menurutnya tak ada perkembangan di sektor ESDM saat Sudirman menjabat.
"Jadi menurut saya menteri ini juga menteri yang tidak berprestasi juga. Dalam sektor migas, saya tidak melihat prestasinya. Apa sih prestasinya, lifting oil kita juga biasa-biasa saja dan sekarang malah membuat seperti ini. Saya kira perlu dievaluasi lah," pungkasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya