Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duet dengan Din Syamsuddin, Prabowo buka kemungkinan

Duet dengan Din Syamsuddin, Prabowo buka kemungkinan Prabowo Subianto. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Partai Gerindra hingga saat ini belum memutuskan calon wakil presiden yang nantinya akan bersanding dengan calon presiden partai tersebut, Prabowo Subianto . Partai berlambang kepala garuda ini masih menunggu hasil pemilihan umum legislatif yang digelar pada 9 April nanti.

"Saya kira masalah wapres itu nanti sesudah (pemilu) legislatif. Kita masih melihat nanti dukungan rakyat kepada kita, baru kita bisa menentukan apa yang dipilih nanti dari dalam partai atau dari partai lain," ujarnya usai memberikan kuliah umum dalam Silaturahmi Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Senin (24/2).

Saat dikonfirmasi kemungkinannya berduet dengan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, Prabowo mengatakan masih dipertimbangkan oleh kalangan partainya. "Beliau ( Din Syamsuddin ) tokoh bangsa, saya kira memang pasti semua kalangan mempertimbangkan beliau, jadi saya terbuka. Seperti yang sudah saya bilang partai ini bukan milik saya, jadi saya memperhitungkan segala pertimbangan yang terbaik untuk kepentingan bangsa," katanya.

Saat ditanya mengenai kedatangannya dalam Silatnas BEM PTM di UMP, dia mengaku hanya diundang. Bahkan, dia menegaskan mendapat undangan untuk mengisi kuliah umum di Auditorium UMP dalam pembukaan acara silatnas tersebut. Menurutnya selama ini, selalu membuka hubungan dengan berbagai kalangan dan latar belakang. "Saya dekat dengan Pak Hasyim Muzadi NU, Pak Said Aqil Siradj. Saya buka hubungan dengan segala kalangan, karena masalah bangsa bukan masalah satu dua orang. Tetapi, masalah yang negara ini harus kita pikul bersama, kita harus cari solusinya bersama," tuturnya.

Lebih jauh, Prabowo menganggap lawan politik dari partai lain tidak boleh dianggap lawan. Menurutnya, partai politik lain adalah saudara serta kawan seperjuangan yang harus diajak bersama-sama menjawab persoalan bangsa. "Ada tahap bersaing satu sama lain, nanti ada yang kita ajak kerja sama. Saya kira persaingan itu baik, bukan persaingan tidak baik," ujarnya.

Dia juga menekankan, kunci dari persoalan yang ada di Indonesia adalah dengan melakukan perbaikan. Satu di antaranya, jelas Prabowo, dengan menghentikan kebocoran anggaran. Menurutnya, persoalan tersebut kerap terjadi di beberapa tempat yang dikunjunginya. "Terlalu banyak kekayaan bangsa yang bocor. Padahal, itu adalah kunci dari masalah Indonesia. Ketika saya keliling ke mana-mana, kita selalu serukan harus hentikan kebocoran. Setelah itu baru bisa diajak ke kesejahteraan, kemudian setelah itu perlu ada mandat dari rakyat untuk pemerintahan yang benar-benar bersih dan kuat," katanya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP