Dua politikus Golkar ini bungkam ditanya soal Munaslub
Merdeka.com - Politikus Golkar Nusron Wahid enggan mengomentari perihal wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang akan digelar Oktober 2015 nanti. Munaslub ini menjadi pro dan kontra antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie (Ical).
"Jangan nanya saya. Kalau soal itu saya no comment deh," kata Nurson Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Lelaki asal Kudus, Jawa Tengah ini lebih memilih berkomentar seputar kinerjanya yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
"Maaf ya, tanya soal TKI itu saya akan bicara," ujarnya.
Aksi tutup mulut juga dilakukan politikus Golkar lainnya. Mukhamad Misbakhun memilih diam dan senyum ketika awak media menanyakan tentang Munaslub.
Mantan politikus PKS ini kemudian mencoba melarikan diri dari kejaran wartawan yang terus menanyainya soal Munaslub dengan langsung memasuki ruang rapat Komisi XI DPR.
Seperti diketahui, kubu Agung Laksono mewacanakan digelar munaslub untuk memilih ketua umum baru di luar Agung dan Ical. Namun rencana ini ditolak mentah-mentah oleh kubu Ical.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya