Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Drama Gerindra, PKS dan PAN tak punya jagoan sendiri di Pilgub Jatim

Drama Gerindra, PKS dan PAN tak punya jagoan sendiri di Pilgub Jatim PKS, Gerindra, dan PAN umumkan lima Cagub-Cawagub Pilkada 2018. ©2017 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Partai Gerindra dan PKS resmi mengusung Saifullah Yusuf-Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau akrab disapa Puti Guntur Soekarno. Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) melabuhkan dukungan kepada Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Ketiga partai ini sebelumnya satu suara untuk membuat poros tengah. Sejumlah nama bahkan sudah dibidik untuk diusung. Di antaranya ada mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Menteri Pendidikan M Nuh, Achsanul Qosaskhioih, Emil Dardak, Moreno Soeprapto, Suyoto dan Yenny Wahid.

Namun seiring perkembangan politik yang dinamis, termasuk mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai Cawagub mendampingi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, membuat peta politik di Jatim berubah.

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menuturkan, keputusan mendukung Gus Ipul karena komunikasi dengan PAN dan PKS gagal mencari calon alternatif di Pilgub Jatim. PKS sendiri memilih mendukung Gus Ipul. Sementara PAN menjatuhkan pilihan ke Khofifah.

"Poros baru ini sudah enggak memungkinkan, akhirnya mengambil kesepakatan untuk berjalan masing-masing," terangnya saat dihubungi, Rabu kemarin.

Sementara Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS Suharna Surapranata menjelaskan, PKS memiliki agenda perjuangan untuk membangun Indonesia dan berbagai wilayah yang dituangkan dalam Platform PKS.

Mantan menteri riset dan teknologi ini menjabarkan, falsalah Platform PKS diambil dari nilai-nilai kebangsaan dan bertujuan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

"Platform ini menjadi pelopor perwujudan cita-cita bangsa Indonesia, salah satunya menghidupkan Indonesia Madani," ujar Suharna.

Suharna mengamanahkan gagasan besar PKS untuk bangsa itu kepada Gus Ipul agar bersama bisa memperjuangkan agenda kebangsaan dalam membangun Jawa Timur.

"Atas nama PKS menyerahkan kepada Gus Ipul untuk memperjuangkan agenda kebangsaan dan keutamaan bersama PKS untuk terlibat membangun Jatim," ujar Suharna.

Sedangkan PAN memilih tak mengikuti langkah politik Gerindra dan PKS. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengungkapkan alasan mendukung Khofifah-Emil. Menurutnya, Khofifah selalu berjuang demi kesejahteraan rakyat. Hal itu telah dibuktikan saat menjabat Menteri Sosial.

"Beliau adalah srikandi pejuang yang tidak kenal lelah dalam memperjuangkan kesejahteraan sosial warga, terbukti ketika ia menjalankan amanat selaku Mensos," kata Eddy.

Sementara Emil, kata Eddy, merupakan sosok anak muda yang visioner dan mampu membawa kemajuan di daerah yang dipimpinnya.

"Selain itu, Emil Dardak adalah anak muda brilian, enerjetik dan visioner. Terbukti bagaimana ia mentransformasi kabupaten Trenggalek saat ini," ujar Eddy.

Pihaknya meyakini pasangan Khofifah-Emil mampu memenangkan persaingan di Pilgub Jawa Timur dengan menarik dukungan pemilih perempuan dan pemula.

"Kami percaya sinergi yg tercipta diantara pasangan ini ditambah dengan 'captive market' yang mereka miliki, yakni kaum perempuan dan pemilih muda dan pemula, mampu memenangkan pilgub Jatim," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP