Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Drama dan cibiran sambut Ade Komarudin di kursi ketua DPR

Drama dan cibiran sambut Ade Komarudin di kursi ketua DPR ade komarudin dilantik jadi ketua dpr. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ade Komarudin resmi menggantikan Setya Novanto duduk di kursi Ketua DPR. Ade dilantik dalam rapat paripurna, kemarin.

Jauh-jauh hari sebelum pelantikannya, sejumlah politisi menyuarakan penundaan. Alasannya, keabsahan Partai Golkar dipertanyakan mengingat dua kubu baik Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono sama-sama tidak diakui pemerintah. Apalagi sebelumnya sempat disebut bahwa kubu Agung Laksono juga mengajukan nama pengganti Setya Novanto yaitu Agus Gumiwang.

Pelantikan Ade Komarudin diwarnai drama penolakan dan walk out. Fraksi NasDem pun meminta agar pelantikan ditunda. NasDem ingin pencalonan ketua DPR lebih dahulu diselesaikan dalam internal Partai Golkar.

"Kami usulkan terkait dengan pimpinan fraksi Partai Golkar kita kembalikan pada Golkar untuk dibahas secara internal. Demi menjaga legalitas formal, keabsahan, legitimasi, serta integritas lembaga yang kita cintai ini," ujar Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Platte dalam sidang paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebagai ketua sidang ngotot melantik Ade Komarudin dengan alasan perwakilan Mahkamah Agung (MA) sudah datang untuk melantik ketua DPR. Menurut Fahri, secara administratif Ade sah dilantik menjadi ketua DPR berdasar keputusan sidang paripurna sebelumnya yang membacakan surat pengajuan kandidat pengganti Setya Novanto sebagai ketua DPR dari Golkar kubu Ical.

"Alangkah baiknya dengan tak terganggu dengan proses politik. Semua ini hasil dari administrasi hukum dan sebagainya. Kita menyimpulkan dan memutuskan pelantikan ketua DPR yang baru sekarang," ujar Fahri. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP