Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPD juga minta gedung baru dengan anggaran Rp 1 triliun

DPD juga minta gedung baru dengan anggaran Rp 1 triliun Oesman Sapta. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak mau kalah dengan DPR, DPD ikut-ikutan mengajukan pembangunan gedung baru kepada pemerintah. Ketua DPD Oesman Sapta Odang mengatakan pihaknya mengajukan pembangunan gedung baru lantaran mereka tidak memiliki gedung sendiri.

Pengajuan itu dilakukan sekitar 2 bulan lalu. "Enggak, DPD mau bangun gedung baru. kita sudah mengusulkan," kata OSO di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8).

DPD diklaim telah mengajukan pembangunan gedung sekitar 2 bulan lalu. Bahkan, OSO mengklaim pihaknya telah memiliki master plan dan melakukan kajian soal pembangunan gedung tersebut. OSO ingin gedung DPD baru setinggi 20 lantai.

"Sudah lama, saya kan cuma meneruskan saja ini," terangnya.

Untuk pembangunan gedung DPD, OSO membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 triliun. Dia berharap anggaran untuk gedung DPD dimasukkan dalam pagu anggaran RAPBN 2018.

"Enggak banyak, kalau kita paling paling enggak sampai Rp 1 triliun," katanya.

Ketua Umum Partai Hanura ini mengklaim pembangunan gedung baru diperlukan untuk menjaga marwah DPD. Selain itu, gedung baru diyakini bisa meningkatkan kinerja para senator.

"Bukan karena ruangan, orang pada bekerja tapi alangkah indahnya kalau ada ruangan memadai DPD dapat mengerjakan secara maksimal keinginan keinginan tuntutan daerah," ujar OSO.

Lebih lanjut, OSO menolak usulan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah agar anggota-anggota DPD menempati gedung Nusantara I DPR. Mengingat DPR tengah berencana mengajukan pembangunan gedung baru. OSO menganggap gedung Nusantara I tidak layak karena kontruksi bangunannya miring. "Masa miring mau dikasih ke DPD," tutupnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP