Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Djarot Yakin Suara Jokowi di Banten Naik Jika Ulama dan Kader Partai Turun

Djarot Yakin Suara Jokowi di Banten Naik Jika Ulama dan Kader Partai Turun Djarot Saiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan wajar elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin masih kalah dibandingkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Provinsi Banten. Sebab, mesin partai pendukung belum sepenuhnya turun ke bawah.

Djarot menyebut jika para ulama, kader partai, dan tokoh setempat sudah bergerak diyakini bakal menggenjot elektabilitas Jokowi. Mantan Wagub DKI Jakarta itu optimis elektabilitas Jokowi bakal naik di Januari.

"Para alim ulama dan kader pendukung belum turun ke bawah sampai ke pelosok. Coba nanti akhir Januari disurvei lagi, dengan tokoh masyarakat turun ke bawah menyampaikan keberhasilan pak Jokowi. Survei akan naik dengan sendirinya," jelas Djarot saat safari kebangsaan di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (20/12).

Pada 2014, pasangan Jokowi-JK kalah suara dari Prabowo-Hatta di Banten. Prabowo memperoleh suara 57,10 persen dibandingkan, Jokowi 42,90 persen.

Djarot mengungkap, saat itu kekuatan partai pengusung kalah. Jokowi hanya diusung oleh PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura. Pada Pilpres 2019, Jokowi mendapatkan kekuatan baru dari Partai Golkar, dan PPP.

"Insyaallah kalau bergerak turun ke bawah pasti menang," pungkasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Banten Mulyadi Jayabaya mengungkap selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo di Banten terpaut empat persen. Meski dalam survei nasional masih unggul di angka 53 persen. Namun dia meminta tidak terlena dengan hasil tersebut.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP