Diusung capres, JK diminta melebur ke PKB
Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung tiga tokoh sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2014. Salah satunya mantan Wakil Presiden yang juga politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), menjadi jagonya di pemilu tahun depan.
Wasekjen PKB, Abdul Malik Haramain, pun meminta agar JK bisa melebur membesarkan PKB dan keluar dari Partai Golkar. Namun, ia menjelaskan, keinginannya agar JK 'lompat' ke PKB setelah Ketum PMI itu benar-benar dicalonkan presiden oleh partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu.
"Ya, saya rasa sebaiknya begitu (ke pindah ke PKB) ya, harus melebur dengan PKB, tapi nanti, kalau keputusannya sudah jelas, JK mau diusung, dan PKB mau mengusung," ujar Malik saat dihubungi, Selasa (3/12).
Dengan sikap JK yang menyatakan tak mau gabung ke PKB dan tetap di Golkar, Malik menanggapi wajar hal itu. Sebab, kata dia, sampai saat ini belum ada kepastian jika PKB benar-benar akan mengusung JK sebagai capres.
"Jadi sekarang posisi pak JK terkait PKB masih bakal calon, belum resmi, tentu saja kita bisa paham apa yang dinyatakan Pak JK (enggak mau keluar dari Golkar), tapi kalau kemudian JK dan PKB bersepakat, bersedia diusung, maka harus ada kesepakatan politik JK-PKB, enggak mungkin tanpa kesepakatan itu," tegas dia.
Namun sebelum menentukan siapa yang akan diusung sebagai capres, ia menambahkan, pihaknya memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada tiga bakal calon yakni, Mahfud MD, JK dan Rhoma Irama untuk turun mengambil simpati publik. Siapa yang elektabilitasnya paling besar, tokoh itu yang sudah pasti akan diusung.
"Nah karena itu PKB membuka diri pada 3 figur ini untuk turun ke bawah, terutama pada warga PKB dan NU. Membuka kesempatan ketiganya membuka komunikasi pada partai lain untuk merancang kalau nanti berkoalisi, karena kita prediksi sulit kalau sendirian, harus koalisi," pungkasnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya