Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditinggal parpol, calon petahana legowo tak bisa ikut Pilgub Sumut

Ditinggal parpol, calon petahana legowo tak bisa ikut Pilgub Sumut tengku erry nuradi. ©2018 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi turut mengantarkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) mendaftar ke KPU Sumut, Senin (8/1). Dia hadir sebagai sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sumut, salah satu parpol pendukung pasangan yang dikenal dengan sebutan Eramas itu.

Erry sebelumnya sempat diprediksi sebagai salah satu calon kuat pada Pilgub Sumut 2018. Sejak awal dia sudah mendapat cukup dukungan dari Partai Golkar (17 kursi), PKB (3), PKPI (3), dan NasDem (5). Namun menjelang pendaftaran, satu per satu parpol mengalihkan dukungan, hingga gubernur petahana ini tak punya 'perahu' untuk maju. Saat ditanya, Erry mengaku memaklumi beralihnya dukungan parpol itu.

"Ya itulah dia demokrasi kondisi seperti itu, kita harus lihat realitasnya," ucapnya saat keluar dari kantor KPU Sumut.

Menurut Erry, kegagalan pencalonannya adalah hal wajar. Dia mengaku tidak mampu memenuhi persyaratan minimal 20 persen kursi di DPRD Sumut. Erry pun menyatakan sudah melakukan lobi-lobi. Namun usahanya tidak berhasil.

"(Lobi-lobi) sudah ada, sudah dimaksimalkan semua, tapi sudah menjadi keputusan harus kita hormati," tegasnya.

Mantan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) itu menyatakan, dia sudah menjalankan mekanisme demokrasi. Dia telah berusaha maksimal untuk memenuhi 20 persen suara.

"Tapi ada yang menarik diri hingga tidak memenuhi 20 persen, sehingga kita tidak bisa maju, tentu ini ya harus kita terima dengan lapang hati," ucapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP