Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditanya soal survei internal Jokowi, Pramono Anung menghindar

Ditanya soal survei internal Jokowi, Pramono Anung menghindar Pramono Anung. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PDI Perjuangan (PDIP) telah melakukan survei internal terkait Pemilu Presiden 2014. Dalam survei itu, PDIP punya 4 strategi pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2014. Yakni, memasangkan Megawati Soekarnoputri- Jusuf Kalla, Jokowi- Pramono Edhie Wibowo dan Megawati Soekarnoputri- Jokowi.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung ogah menanggapi hasil survei itu. Dia lebih memilih untuk bungkam dan menghindar dari pertanyaan wartawan.

Awalnya Pramono menanggapi pertanyaan wartawan soal keinginan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno mundur dari jabatannya. Setelah pertanyaan itu beralih pada survei internal, Pramono pun tak mengindahkan.

"Sudah ya, saya mau ada acara lain," ucap Pram sembari menunjuk ke arah jam tangannya, usai menghadiri soft Launching Indikator, di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (23/7). Pramono berkilah akan membahas soal survei ini di lain waktu. "Nanti lain waktu kita ngobrol lagi ya."

Seperti diberitakan, dokumen hasil survei internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menguji empat skenario buat Jokowi menghadapi pemilihan presiden tahun depan. Jajak pendapat digelar 3-15 Mei lalu ini melibatkan 1.500 responden di 33 provinsi.

Merdeka.com memperoleh dokumen laporan survei berjudul Trajektori Politik 2014 dari seorang sumber mengaku dekat dengan Jokowi.

Skenario pertama, PDIP menyorongkan ketua umum Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla. Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang dengan raihan dukungan 35,2 persen. Sedangkan Megawati-Kalla meraup (25,3 persen), disusul Aburizal Bakrie-Mahfud (18,3 persen).

Menurut skenario kedua, Jokowi maju berduet dengan Pramono Edhi Wibowo, adik ipar presiden. Hasilnya memuaskan. Pasangan ini unggul setelah meraup 34,0 persen dukungan, disusul Prabowo-Hatta (30,0 persen), dan Aburizal-Mahfud (16,3 persen).

Survei juga menjajal posisi Jokowi sebagai kandidat wakil presiden. Hasilnya jeblok meski dia dipasangkan dengan Megawati. Pasangan Prabowo-Hatta menang dengan sokongan 33,4 persen, dibuntuti Megawati-Jokowi (29,9 persen), dan Aburizal-Mahfud (17,3 persen). Perolehan tidak menyenangkan juga terjadi kalau Jokowi menjadi wakil dari Puan Maharani.

Skenario lain adalah Jokowi keluar dari PDIP dan bertarung melawan Megawati. Dia dipasangkan dengan Pramono Edhi Wibowo. Pasangan ini unggul dengan 36,1 persen suara, disusul Prabowo-Hatta (30,5 persen), dan Megawati-Jusuf Kalla (15,2 persen). (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP