Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disarankan hak prerogatif tunjuk cawagub, Ridwan Kamil sebut 'kurang elok'

Disarankan hak prerogatif tunjuk cawagub, Ridwan Kamil sebut 'kurang elok' Golkar usung Ridwan Kamil jadi kandidat Gubernur Jabar. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Bakal Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginginkan adanya musyawarah mufakat untuk menentukan pendampingnya di Pilgub Jabar 2018. Sebab masing-masing partai yang tergabung dalam koalisi mengajukan kadernya untuk mengisi posisi Wakil Gubernur.

"Jadi semua harus dimusyawarahkan. Karena yang namanya koalisi itu kan ada empat yakni Golkar, PPP, PKB dan Golkar. Setiap permintaan satu partai harus diobrolkan ke tim koalisi lain," ujar pria yang akrab disapa Emil ini kepada wartawan usai menghadiri acara Bandung Inovation Festival di Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (2/12).

Disinggung saran PPP agar Emil menggunakan hak prerogatif dalam memilih calon wakilnya ketimbang melalui konvensi, itu harus dibicarakan dengan partai koalisi.

"Saya bisa saja memutuskan, tapi kalau nanti partai koalisi ada yang kecewa dengan pilihan Saya langsung kan kurang elok. Makanya musyawarah mufakat yang utama," katanya.

Seperti diketahui tiga partai pengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar yakni PPP, PKB dan Golkar mengusung kadernya masing-masing untuk menjadi mendampingi Emil. PPP mengusulkan nama Uu Ruzhanul Ulum yang merupakan Bupati Tasikmalaya. PKB mengusulkan dua kadernya yakni Maman Imanul Haq dan Syaiful Huda. Sementara Golkar mengusulkan Daniel Mutaqin yang merupakan anggota DPR RI

PPP menyampaikan keberatan terkait rencana pemilihan calon pendamping Ridwabn Kamil yanng diputuskan melalui konvensi seperti yang diusulkan Nasdem. Sebab hal itu dinilai tidak produktif karena diprediksi tidak akan menemukan titik temu. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP