Dimyati ingin perpustakaan DPR seperti milik Parlemen Amerika
Merdeka.com - Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Dimyati Natakusumah menilai wacana proyek perpustakaan Rp 570 miliar sangat mahal. Dia mengusulkan konsep perpustakaan yang dibutuhkan oleh dewan tanpa harus membangun gedung baru.
Tolak ukurnya adalah perpustakaan di Amerika Serikat seperti yang dilihatnya ketika memimpin rombongan ke Kongres AS di Washington DC selama sepekan dari 29 Februari-6 Maret 2016 lalu. Mereka ketika itu berniat mempelajari parlemen modern.
"Lihat di Amerika, bagaimana dari negara-negara lain ke sana. Saya berkunjung ke sana, kami lihat bagaimana sejuk dan indahnya library itu. Komplet bukunya," kata Dimyati di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/3).
Konsep itu ingin diterapkan di perpustakaan DPR nantinya. Dia mengatakan usulan anggaran Rp 500 miliar dari APBN sangat mahal.
"Untuk perpustakaan ada batasan-batasan. Bisa yang ada lalu upgrading. Tidak lebih dari Rp 100 miliar," ujar politikus PPP ini.
Menurut dia rencana memuat 600.000 buku yang diusulkan Ketua DPR Ade Komarudin hanya masih sebuah gagasan dini. "Akom itu speaker. Boleh out of the box. Tapi prosedurnya digodok BURT. Yang penting tidak bangun pondasi baru," ucap Dimyati.
Menurut dia perpustakaan DPR yang lama jarang dipakai karena buku-bukunya sangat kurang. "Bagaimana mau ramai? Tempatnya begitu. Bukunya kurang," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya