Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dibantah Bank Dunia, Hanafi Rais dinilai PSI politisi asal kutip

Dibantah Bank Dunia, Hanafi Rais dinilai PSI politisi asal kutip Hanafi Rais. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mengatakan 74 persen tanah negara Di Indonesia dikuasai oleh segelintir orang. Dia menyebutkan hal tersebut merupakan data dari laporan Bank Dunia pada tahun 2015.

Ucapan Hanafi berkaitan dengan pernyataan ayahnya yang juga Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang mengkritisi program bagi-bagi sertifikat tanah Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Amien memiliki bukti kuat yang tengah disiapkan.

Pernyataan Hanafi menuai kritik dari Wasekjen PSI, Daniek Eka Rahmaningtyas. Dia menilai Hanafi telah melakukan kebohongan publik atau hoaks. Sebab, Bank Dunia membantah pernah menerbitkan laporan semacam itu.

"Hanafi Rais sudah jelas-jelas asal kutip. Bank Dunia saja sudah membantah tidak pernah mengeluarkan data itu," katanya, Rabu (28/3).

Dia menegaskan, suara politisi adalah suara rakyat. Karenanya, jika berbicara, para politisi tak boleh sembarangan dan harus memakai data valid.

"Kalau politisi asal kutip, kasihan rakyat jadi korban hoaks melulu," katanya.

Sebelumnya, pernyataan Hanafi Rais dibantah oleh Country Director World Bank for Indonesia, Rodrigo A Chaves. Rodrigo menegaskan pihaknya tidak pernah menerbitkan laporan seperti yang diklaim oleh Hanafi Rais.

"World Bank tidak pernah menerbitkan laporan seperti itu. Sangat jelas saya katakan bahwa itu tidak benar," tegasnya di Energy Building, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kebijakan Jokowi sangat bagus untuk menormalisasikan kepemilikan tanah. "Tapi ingat kalau 74 persen tanah itu juga sebagian besar masih dikelola oleh pemerintah," tuturnya.

"Saya tidak mengerti mengapa orang membuat isu politik seperti itu," tambah Rodrigo.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP