Di DPR, Mendagri Tito Curhat Anak Buahnya Trauma Ajukan Anggaran Blanko e-KTP
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemukan akar masalah dari kurangnya anggaran penyediaan blanko e-KTP. Ternyata penyebabnya adalah adanya trauma dari jajaran Kemendagri untuk mengajukan anggaran imbas megakorupsi e-KTP.
"Kami paham pak rupanya salah satu akar masalah kenapa perdebatan kita, kenapa kok dana kebutuhan kita sekian keping, anggaran sekian. Jujur pak kami melihat temen-temen di Kemendagri terutama Dukcapil dan Kesekjenan, ada rasa trauma dengan kasus e-KTP itu, sehingga nyaris lama. Nanti ngajukan anggaran diperiksa lagi," ujar Tito dalam rapat kerja dengan komisi II di kompleks Pralemen Senayan, Kamis (28/11).
Tidak hanya di Kemendagri, Tito menyebut Kementerian Keuangan juga was-was bila berkaitan dengan anggaran e-KTP. Kemenkeu saat ini belum setuju memberikan tambahan dana untuk blanko.
"Juga kami lihat seperti ada nuansa temen-temen di Kemenkeu sangat berhati-hati, ketika sudah menyangkut nomenklatur e-KTP," ujarnya.
Minta Disdukcapil Berani
Mantan Kapolri itu memahami apabila banyak pihak yang trauma lantaran pernah ada kasus e-KTP. Namun, dia meminta jajarannya untuk tetap berani mengajukan anggaran demi masyarakat.
"Saya paham pak, mantan Kapolri, seseorang kalau dipanggil, diperiksa, jangankan temen-temen dari jajaran sipil, polisi saja dipanggil provost itu saja dag dig dug. Kalau itu pendek, ini traumanya bisa panjang, saya melihat itu," kata Tito.
"Saya sampaikan jangan kita nyari selamat, tapi masyarakat jadi korban. Itu harus kita perbuat, tapi taat asas dan kita bekerja dengan membangun hubungan dengan semua stakeholder, termasuk meyakinkan Kemenkeu, sepanjang itu untuk hal yang benar," tambahnya.
Berdasarkan pemaparan Tito dalam raker, e-KTP yang sudah terpenuhi hingga 2019 sebanyak 3,5 Juta keping. Sementara kekurangannya sebanyak 7,4 Juta keping.
Reporter: Delvira Hutabarat
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya