Dewan Pakar Golkar serukan jangan pilih lagi Ical dkk di Munas
Merdeka.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siswono Yudhohusodo menilai kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) membuat partainya merosot. Karena itu, dia menyerukan agar tak lagi memilih Ical dan pimpinan DPP Golkar lainnya untuk jadi ketua umum di Munas 2015 nanti.
"Peristiwa politik itu cukup pada Munas datang agar pimpinan DPP ini tidak dipilih kembali untuk pimpin Golkar. Tapi tidak perlu adakan Munaslub seperti diminta luar DPP (Munaslub)," kata Siswono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/7).
Menurut dia, Munaslub bukan tradisi dari Golkar. Dia khawatir, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi Golkar.
"Munaslub bukan tradisi Golkar, biarkan dia selesaikan tugas sampai waktunya (2015)," tutur dia.
Siswono tak setuju dengan Munas yang akan digelar 2014, sebab sudah menjadi keputusan bersama bahwa pemilihan ketua umum akan dilakukan 2015. Hal ini dilakukan agar tidak berbenturan dengan pelaksanaan pemilu.
"Kapan waktunya? Memang AD ART masa bakti DPP 5 tahun, dari 2009 berakhir Oktober 2014. Lalu ketetapan Munas 2015 juga sah, mereka yang ingin Munas September tidak mengetahui masalahnya. Kenapa Munas Golkar harus digeser itu ada dasarnya," jelas dia.
"Mereka yang usul September itu tambah masalah jadi lebih kompleks. Kepengurusan ini sudah lebih dari cukup tidak dipilih tapi tak perlu ada Munaslub, diundur 2015 agar jadwal kenegaraan (pemilu) dan jadwal partai tidak berbenturan," tegas dia.
Dengan demikian, Siswono meminta agar sejumlah pihak bersabar dan biarkan Ical dan kawan-kawan menyelesaikan masa bhaktinya di DPP sampai 2015. Keputusan itu pun sah karena sesuai dengan hasil Munas Golkar di Riau.
"Munaslub bukan tradisi Golkar, biarkan mereka menyelesaikan tugas, AD/ART lima tahun, dari 2009 sampai Oktober 2014. Tapi ketetapan Munas sah, karena ditetapkan di Munas mereka bahkan ingin Munas September, tidak mengetahui masalah. Mengapa Munas Golkar digeser bukan di tahun 2009," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya