Desmond sebut MKD sulit buktikan pengakuan Dita dianiaya Masinton
Merdeka.com - Dita Aditya Ismawati (27), staf DPR yang diduga dianiaya anggota DPR dari fraksi PDIP, Masinton Pasaribu dikabarkan akan melaporkan kasusnya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) siang ini, Selasa (2/2). Namun, hingga pukul 11.50 WIB, Dita belum kelihatan batang hidungnya.
Menanggapi itu, politisi Gerindra, Desmond J Mahesa mengatakan sulit bagi MKD untuk membuktikan kebenaran laporan Dita. menurut Desmond, Ttak adanya saksi yang kuat bisa jadi kendala.
"Saya pikir MKD akan susah juga pembuktiannya kalau hanya pengakuan satu orang perempuan, mengaku dipukul. Agak susah juga pembuktiannya," kata Desmond di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2).
"Sama juga di polisi, problemnya nanti, walaupun perempuan ini (Dita) lapor ke mana-mana. CCTV juga engga ada, pembuktiannya susah," imbuh dia.
Menurut dia, jika mengaku benar dipukuli Masinton, Dita seharusnya menyertai laporan dengan bukti yang kuat agar bisa dipertimbangkan MKD. "Karena berbicara pembuktian harus ada saksinya rekamannya atau apalah yang mendukung pembuktian itu. Kalau enggak ya kasihan juga nih perempuan kalau itu betul," kata dia.
Jika pun laporan Dita ternyata tak benar sesuai fakta, Desmond mengatakan harus mempertanyakan apa maksud laporan tersebut. Olehnya dia menyarankan agar kasus ini perlu dicermati secara dalam oleh semua pihak.
"Kalau ini engga betul, ini adalah dalam rangka untuk apa, character assassination terhadap saudara Masinton. Saya pikir juga bisa begitu. Jadi kita harus cerdas mencermati ini. Hati hati lah maksud saya," pungkas Wakil Ketua Komisi III ini.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya