Demokrat tanggapi Fahri: Gak mungkin Perppu Pilkada tak dibaca!
Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin angkat bicara soal pernyataan Sekretaris Koordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih (KMP) Fahri Hamzah yang menyebut KMP mendukung Perppu Pilkada saat diterbitkan SBY karena belum membacanya. Menurut Didi, alasan Fahri itu adalah sesuatu yang tak mungkin.
"Gak mungkin, gak dong saat tanda tangan pasti dibaca. Kalau sudah ditandatangani sudah sepakat sudah disetujui," kata Didi di Gado-gado Boplo Menteng, Jakarta, Sabtu (6/12).
Menurutnya pernyataan yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR tersebut tidak benar. Pasalnya semua kesepakatan serta pasal-pasal dalam Perppu Pilkada sudah disetujui. Tidak mungkin parpol anggota KMP mau menandatangani kesepakatan jika belum membacanya.
"Ini urusan negara jadi gak mungkin gak dibaca. Sudah dibaca dan ditandatangan baik-baik kok," katanya.
Sebelumnya, Fahri Hamzah menjelaskan, naskah Perppu itu baru sampai ke DPR sekitar 10 hari setelah SBY lengser dari posisi presiden. Karena itu dia menilai wajar jika kemudian Golkar menolak setelah membaca isi Perppu itu.
"Dia sampai ke DPR bisa dibilang setelah 10 hari pemerintahan Pak Jokowi, nah kami belum baca. Sekarang kita sudah baca sebagiannya. Seperti Golkar tentu dia punya tim untuk membaca Perppu," terang dia.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya