Demokrat sebut SBY tak sebar hoaks soal penggeledahan rumah dinas Demiz
Merdeka.com - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan, Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menebar berita bohong soal penggeledahan rumah dinas wakil gubernur jabar yang kini menjadi calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar. SBY, kata Ferdinand, juga tidak berniat menyerang pihak tertentu.
Demiz sapaan Deddy Mizwar sendiri yang memberikan laporan soal pemeriksaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada SBY. Demiz merasa pemeriksaan tersebut berlebihan. Sehingga Demokrat menyebutnya sebagai penggeledahan.
"Apa yang disampaikan oleh pak SBY bersumber dari sumber yang merasakan sendiri penggeledahan itu, yaitu cagub kami Deddy Mizwar. SBY tidak sedang bermain dan tidak sedang menebar hoaks," kata Ferdinand saat dihubungi merdeka.com, Minggu (24/6).
Ferdinand mengungkapkan alasan pemakaian kata penggeledahan oleh SBY. Menurutnya, tujuan dari pemakaian kata tersebut merupakan penekanan agar aparat lebih netral dalam Pilkada.
"Pemilihan kata penggeledahan diambil oleh SBY untuk memperkuat penekanan agar aparat netral. Penekanan itu perlu karena kami melihat bila menggunakan kata yang terlalu santun, aparat bisa tidak peduli dan tidak mendengar," tegasnya.
"Maka itu perlu memilih kata yang agak keras demi memperkuat penekanan. Tujuannya baik, niatnya baik, supaya semua netral," sambung dia.
Sebelumnya, SBY mengingatkan lembaga pemerintah termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI harus netral dalam pilkada. Sebab, ia banyak menerima laporan telah terjadi kecurangan di pilkada yang merugikan pasangan calon yang diusung Partai Demokrat.
Salah satunya Pilkada Jabar. Belum lama ini presiden keenam RI tersebut menerima laporan bahwa rumah dinas mantan wakil gubernur jabar yang kini menjadi calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar digeledah.
"Apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur digeledah, diperiksa pimpinan penjabat gubernur," kata SBY saat konferensi pers di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6).
Tak hanya itu, kediaman calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga mengalami hal serupa.
"Mengapa hanya pasangan ini (diusung Demokrat), mengapa pasangan yang lain tidak dilakukan," ucap SBY.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya