Demokrat: SBY tak pernah minta amankan kasus Century
Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi membantah membantah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan instruksi untuk mengamankan pengusutan skandal bailout Bank Century di DPR. Achsanul mengaku, kala itu ia menjadi anggota Pansus Century.
âª"Tidak pernah SBY minta untuk amankan secara personal apalagi secara presiden," ujar Achsanul di Jakarta, Kamis (6/2).
Achsanul menegaskan, saat ia menjadi anggota Pansus Century, ia rutin dan setiap saat melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. "SBY sampaikan agar hal ini (kasus Century) diluruskan, dikawal sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak ada arahan seperti itu atau pengamanan," jelasnya.
Karena itu, Achsanul menyarankan Anas untuk lebih fokus terhadap masalah hukum yang dihadapinya. "Tidak ada pengamanan itu. Sebaiknya Anas fokus urusan hukumnya sendiri tidak bawa Pansus," katanya.
Hal itu disampaikan Achsanul menanggapi pernyataan Anas. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu sebelumnya mengklaim diminta untuk mengamankan Pansus Century agar pengusutannya tidak mengarah kepada SBY. Saat itu Anas masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat.
"Disampaikan, jika saya (Anas) dipanggil oleh SBY di Cikeas, dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum dan politik ke SBY," ujar pengacara Anas, Handika Honggowongso.
Handika mengatakan, Anas diminta untuk berkoordinasi dengan Boediono selaku Gubernur BI saat itu, dan juga Sri Mulyani, selaku Ketua KSSK. "Untuk itu, harus dilakukan koordinasi dengan Boediono, Sri Mulyani dan seluruh pihak yang terkait," ujar Handika.
Menurut Handika, Anas juga disuruh melobi fraksi-fraksi partai lain untuk mengamankan SBY. Juga diminta untuk membangun opini ke media massa jika SBY tidak terlibat.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya