Demokrat Respons Tangisan Darmizal: Ini Bukan Sinetron Korea
Merdeka.com - Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang, Darmizal menangis dan menyesal pernah mensukseskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketum Demokrat dalam KLB tahun 2015.
Melihat itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta Darmizal tidak membuat drama. Dia bilang, saat Demokrat sedang terpuruk, Darmizal malah kabur jadi relawan Jokowi.
"Mantan kader jangan baper. Bukan sinetron Korea ini. Jangan buat drama. Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini. Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei Partai Demokrat lagi jatuh-jatuhnya, sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi Relawan Jokowi," katanya, Rabu (10/3).
Dia menyebut, Darmizal kembali berkhianat karena membawa orang luar untuk mengambil alih Partai Demokrat. Terlebih, caranya menggelar Kongres Luar Biasa tidak sah karena tidak memenuhi syarat.
"Begini sikap seorang kader setia dan militan? Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan Ketua Umum dalam KLB dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara," ujarnya.
Zaky mengungkapkan, sejak dulu Darmizal bukan siapa-siapa di Demokrat. Kader-kader senior yang tahu masa lalu Darmizal pun hanya bisa mengelus dada mendengar bualannya.
"Mana mungkin teman-teman pemilik suara curhat ke Darmizal? Dari dulu juga Darmizal bukan siapa-siapa di Partai Demokrat. Apalagi ngaku-ngaku berjasa dorong Pak SBY jadi Ketum Demokrat. Kader-kader senior yang tahu tindak-tanduk Darmizal di jaman dulu, hanya bisa geleng-geleng dan mengelus dada aja dengar bualan Darmizal," tuturnya.
"Sekarang saja, hanya karena dekat dengan oknum kekuasaan, seakan-akan seperti orang yang peduli Partai Demokrat," sambungnya.
Menurutnya, DPP di bawah kepemimpinan AHY tidak pernah mengeluarkan aturan setoran untuk DPD-DPC. Kata dia, AHY mengembangkan semangat solidaritas sosial agar para kader di berbagai tingkatan secara swadaya membantu masyarakat terdampak pandemi dan bencana di sekeliling mereka.
Zaky bilang, kader-kader setia dan militan sangat bersemangat dengan gaya kepemimpinan AHY di Partai Demokrat yang memberikan kebanggaan dan gairah baru bagi organisasi. Kemudian, bisa menekankan jika Demokrat nyata berkoalisi dengan rakyat.
"Memang mantan-mantan kader yang hidup di era feodal, biasanya kalau melakukan apa-apa, mesti dikasih sesuatu dulu baru bergerak. Pola yang sama bisa kita lihat di kegiatan politik dagelan yang mereka buat di Deli Serdang. Makanya pada buat fitnah terus terhadap kepemimpinan AHY, karena masih beda dengan gaya feodal," pungkasnya.
Diberitakan,Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang, Darmizal sangat menyesal pernah mensukseskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Demokrat dalam KLB tahun 2015. Penyesalan itu ia ungkapan sambil menangis terisak-isak.
"Saya sangat menyesal memang menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua ketua DPD, mengumpulkan ketua ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih di Kongres 2015 di Surabaya," katanya saat jumpa pers di kawasan Jakarta, Selasa (9/3).
Darmizal meminta maaf atas perbuatannya kepada seluruh DPD dan DPC Demokrat. Dia tidak menyangka Demokrat dipimpin SBY menjadi ditaktor.
"Hari ini saya kepada seluruh DPC, seluruh DPD Partai Demokrat meminta maaf saya bersalah, saya gatau kalau akan lahir rezim ditaktor ini," ucapnya.
Sambil menangis, dia menyesal tak bisa mencegah adanya Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat yang meminta sejumlah setoran dari para pimpinan DPD hingga DPC untuk DPP.
"Saya gatau akan ada PO yang merantai kalian menyetor setiap bulan, malu saya, saya malu," ungkapnya sambil menangis.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya