Demokrat protes hanya ruangannya yang digeledah KPK
Merdeka.com - 22 Jam lebih KPK menggeledah sejumlah ruangan di Gedung DPR. Salah satunya, ruang Sekretariat Fraksi Partai Demokrat DPR di lantai 9 gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dari hasil penggeledahan, KPK menyita belasan telepon genggam milik para staf fraksi Demokrat DPR. Selain itu, KPK juga menyita beberapa dokumen dari markas partai penguasa itu.
Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf protes dengan penyitaan itu. Menurut dia, tak ada kaitannya kasus SKK Migas dengan disitanya belasan HP para staf.
"Saya tadi tanyakan, kemarin di komisi, tidak ada yang disita, tapi semua HP dari staf itu dikumpulkan. Ini kan sama sekali apa kaitannya," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/1).
Nurhayati menegaskan, pihaknya mendukung penuh pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Namun dia meminta, agar KPK bertindak tidak pandang bulu, termasuk soal penggeledahan kemarin, dia protes mengapa hanya fraksinya yang digeledah.
"Kalau tak berkeadilan akan menimbulkan kekecewaan. Kalau masyarakat dikecewakan bagaimana KPK sebagai institusi selama ini begitu kami hargai," terang dia.
Dia keberatan jika hanya Demokrat yang digeledah. Padahal, dia yakin, kasus SKK Migas juga melibatkan partai lain.
"Dan ingat di BAP SKK Migas semua masyarakat dengar memberikan THR kepada DPR. Ketika ditanya DPR siapa komisi VII. Tidak hanya Partai Demokrat, Komisi VII itu terdiri dari banyak partai," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya