Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demokrat optimis presidential threshold 0 persen menang

Demokrat optimis presidential threshold 0 persen menang Ilustrasi Partai Demokrat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman menyatakan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 0 persen pasti bakal dipilih jika pengambilan keputusan dilakukan melalui voting tertutup. Sebab, menurutnya, banyak kelompok yang selama ini diam menghendaki angka ambang batas pencalonan presiden 0 persen.

"Kalau voting tertutup seperti itu sangat yakin kita yakin menang, karena silent majority menghendaki 0 persen kalau kita mau fair," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7).

Benny berharap mekanisme voting tertutup dilakukan jika upaya musyawarah mufakat dengan partai-partai lain mengalami jalan buntu. Mekanisme voting menjadi opsi paling ideal demi mencegah adanya ancaman-ancaman serta menjaga kerahasiaan setiap anggota.

"Voting itu dilakukan perorangan dan juga harus tertutup. Tertutup untuk mencegah adanya ancaman-ancaman, karena voting kan azasnya luber, langsung umum bebas rahasia. Nah untuk menjaga kerahasiaan dan menghormati keprivatan dilakukan tertutup. Tidak boleh terbuka, itu prinsip demokrasi yang fundamental," jelasnya.

Sejauh ini, Fraksi Partai Demokrat masih berupaya membujuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB dan PAN diketahui belum memberikan sikap resmi terkait 5 opsi paket RUU Pemilu dalam rapat pandangan mini fraksi beberapa waktu lalu.

Namun dalam rapat Pansus, PKB mengusulkan opsi D sebagai jalan tengah bagi pemerintah dan fraksi-fraksi partai. Isi dari opsi D di antaranya presidential threshold (10–15 persen), parliamentary threshold (5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3–8 kursi), metode konversi suara (saint lague murni).

Kemudian PAN, disebut akan memilih opsi yang terdapat poin ambang batas pencalonan presiden 0 persen. Opsi itu berada di paket B.

"Sampai saat ini lobi-lobi masih kita jalankan, tentu nanti pengambilan keputusan itu penting," jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku telah membicarakan masalah sikap RUU Pemilu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Selain PAN, pihaknya juga akan bertemu dan membujuk PKS, PKB dan Gerindra malam nanti.

"Saya bicarakan teman teman di PAN. Beberapa koalisi. Kita PAN, mudah mudahan PKB mau, PKS Gerindra," ujarnya.

Soal skenario pengambilan keputusan RUU Pemilu besok, Syarief berharap pemerintah dan partai pendukungnya mau bermusyawarah soal angka ambang batas pencalonan presiden. Dia mengklaim rakyat menginginkan presidential threshold dihapus.

"Pemerintah kan menginginkan 20 persen. Kalau bisa dikompromikan itu akan lebih bagus. Besok kalau bisa tidak usah voting, kompromi aja. Voting merupakan salah satu mekanisme pengambilan keputusan," pungkasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP