Demokrat minta tak ada yang paksa Prabowo memilih Cawapres
Merdeka.com - Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan dua nama sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto. Kedua nama itu adalah Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Partai Demokrat yang telah berkoalisi dengan Partai Gerindra menghargai usulan dua nama tersebut. Hanya saja Demokrat meminta jangan ada pihak yang menekan Prabowo harus memilih cawapres tertentu.
"Jangan ada pihak manapun yang menekan dan memaksa Pak Prabowo memilih nama manapun. Itu (usulan ijtima ulama) kita hormati sebagai aspirasi dan jangan memaksa dan menyatakan harus ada harga mati untuk cawapres Prabowo," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dihubungi merdeka.com, Selasa (31/7).
Menurut Ferdinand, rekomendasi para ulama merupakan hak konstitusi sebagai warga negara. Kelompok manapun boleh mengusulkan nama-nama cawapres. Namun keputusan akhir mengenai cawapres berada di tangan parpol koalisi dan Prabowo sendiri.
"Semua orang yang mengusulkan rekomendasi kita hormati dan hargai pendapat kawan-kawan dari mana saja yang mengusulkan nama calon pendamping Pak Prabowo," ujarnya.
Dia menegaskan, Prabowo paling tahu sosok cawapres yang tepat untuk mendampinginya. Karena itu dia berharap tidak ada pihak yang ngotot atas nama-nama tertentu.
"Pak Prabowo tahu dan paling tahu akan berpasangan dengan siapa untuk bisa menang pada Pilpres nanti. Kalau muncul nama-nama, itu aspirasi kelompok, bukan pandangan masyarakat umum secara luas. Kelompok itu mengusulkan nama itu. Kelompok lain yang lebih besar komunitasnya mengusulkan nama lain. Mari kita berpegang bahwa Pak Prabowo paling tahu akan berdampingan dengan siapa," jelasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya