Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demokrat merapat, PKS ingatkan komitmen Prabowo soal Cawapres

Demokrat merapat, PKS ingatkan komitmen Prabowo soal Cawapres Prabowo dan Sohibul Iman adakan jumpa pers. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Demokrat akui pembahasan koalisi di internal kubu Prabowo Subianto belum berjalan mulus. Salah satu pemicu yang diklaim Demokrat, karena PKS dan PAN belum legowo menyerahkan sepenuhnya soal cawapres kepada Prabowo.

Sementara itu, Direktur Pencapresan DPP PKS, Suhud Aliyudin mengingatkan Prabowo tentang komitmen dengan partainya di Pilpres 2019. Suhud menyampaikan, Prabowo tetap harus memilih cawapres dari internal PKS meski mendapat tambahan dukungan dari partai lain.

Suhud menegaskan, koalisi PKS-Gerindra sudah dibangun sejak lama dan ada kesepakatan antara Prabowo dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie bahwa pada Pilpres 2019 Partai Gerindra mengusung capres dengan figur cawapres dari internal PKS.

"PKS-Gerindra itu ada kesepakatan antara Pak Prabowo dan Pak Salim Segaf bahwa presiden itu dari Gerindra yaitu Pak Prabowo, dan wakil dari PKS. Berdasarkan itu maka, penambahan anggota koalisi baik itu Demokrat atau PAN kalau itu benar masuk, itu harus memperhatikan aspek itu," kata Suhud, Rabu (1/8).

Dia menyampaikan, Prabowo harus berkomitmen dengan kesepakatan PKS mendapat posisi cawapres. Kehadiran Demokrat diminta tidak mengganggu kenyamanan Gerindra-PKS yang sudah terbentuk sebelumnya.

"Kami yakin bahwa Pak Prabowo akan mengambil keputusn secara bijak. Artinya mempertimbangkan proses yang panjang dan tidak akan memunculkan ketidaknyamanan dalam koalisi," tegas Suhud lagi.

Suhud melanjutkan, Prabowo memang sebaiknya memilih cawapres dari PKS, bukan dari partai lain, termasuk Demokrat. Pasalnya, nama kader PKS, Salim Segaf, bersama Ustaz Abdul Somad, masuk dalam ijtima ulama dan rekomendasi majelis syuro untuk jadi bakal cawapres Prabowo.

"Ini harus dipertimbangkan serius keinginan dari umat. Ini tidak bisa dianggap main-main. Karena kalau ini tidak disikapi secara tepat bisa menjadi blunder bagi Pak Prabowo dan Gerindra," ungkap Suhud.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai pertemuan Gerindra, PKS dan PAN pada Selasa (31/7) kemarin tidak menghasilkan kemajuan. Sebab, pertemuan tersebut tidak mencapai kesepakatan untuk memberikan wewenang penuh pada Prabowo Subianto untuk memilih cawapres.

"Ya pokoknya saya pikir belum banyak kemajuan. Kemajuan yang dikatakan kemajuan itu kalau semuanya sepakat menyerahkan kepada Prabowo cawapresnya, tanpa tekanan," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (1/8).

"Semua serahkan kepada Prabowo siapa yang mau dipilih. Itu baru ada kemajuan," sambungnya.

Syarief menuturkan, urusan cawapres Prabowo menjadi hambatan untuk terbentuknya koalisi 4 partai, Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN. Sepengetahuannya, PKS dan PAN belum legowo menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo.

"Ya masih ada sedikit tapi ada kemajuan lah," ujarnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP