Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demokrat: Jokowi merasa sudah di atas angin, tidak perlu pencitraan lagi

Demokrat: Jokowi merasa sudah di atas angin, tidak perlu pencitraan lagi Presiden Jokowi. ©2017 Biro Pers Istana

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief menyebut pernyataan Presiden Jokowi tentang politikus sontoloyo merupakan taktik dari Jokowi. Menurut Andi, pernyataan Jokowi itu adalah bagian dari taktik meninggalkan politik pencitraan.

Andi menyebut politik pencitraan yang selama ini dipakai oleh Jokowi mulai ditinggalkan. Jokowi, kata Andi, sedang menunjukkan sikap yang lebih keras kepada lawan politiknya.

"Saya membacanya sebagai taktik. Jokowi mulai memandang perlu lebih keras dalam berhadapan dengan lawan politiknya," ujar Andi usai acara dialog antara SBY dengan warga di Yogyakarta, Sabtu (27/10) malam.

Andi juga menyebut Jokowi saat ini telah menunjukkan watak aslinya. Hal ini dinilai Andi dari berbagai pernyataan Jokowi saat menanggapi berbagai isu politik terkini.

"Mungkin Pak Jokowi sudah merasa di atas angin. Sehingga tidak perlu pencitraan lagi. Apa adanya saja," urai Andi.

Terkait pernyataan sontoloyo, Andi menambahkan jika Partai Demokrat tak memermasalahkannya. Hanya saja Andi meminta agar Jokowi lebih jelas menunjukkan siapa politisi sontoloyo yang dimaksud olehnya.

"Partai Demokrat tidak mempermasalahkan (istilah sontoloyo). Sontoloyo kan ada di kamus. Sepanjang sontoloyo itu bukan kepada rakyat yang penting, tapi kalau kepada tokoh politik silakan. Tapi kalau bisa ya ditunjukkan siapa orang yang dimaksud," pungkas Andi.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP