Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demokrat gabung, PKS ingatkan Prabowo soal kesepakatan jatah kursi cawapres

Demokrat gabung, PKS ingatkan Prabowo soal kesepakatan jatah kursi cawapres Prabowo dan Sohibul Iman adakan jumpa pers. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik masuknya Demokrat ke dalam koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin meyakini merapatnya Demokrat tidak akan memperkecil peluang kadernya menjadi cawapres Prabowo.

"Kami tidak merasa bahwa ini akan mempersempit peluang kader PKS untuk jadi cawapres (Prabowo)," kata Suhud saat dihubungi, Rabu (1/8).

Ada dua alasan. Pertama, Gerindra dan PKS menjadi dua partai utama pendukung Prabowo. Komunikasi dan kerja sama Gerindra-PKS sudah terjadi sejak lama dan terjalin kesepahaman antara dua partai.

"Karena backbone koalisi ini adalah PKS Gerindra, proses komunikasi politik antara PKS-Gerindra sudah cukup panjang dan sudah cukup mengerti," terangnya.

Alasan kedua, sudah ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS terkait paket capres-cawapres. Kesepakatan yang dimaksud adalah posisi capres diisi oleh Gerindra, sedangkan cawapres jatah PKS.

"PKS-Gerindra itu ada kesepakatan antara pak Prabowo dan pak Salim Segaf bahwa presiden itu dari Gerindra yaitu Pak Prabowo, dan wakil dari PKS," klaimnya.

Suhud berpegang pada kesepakatan itu. Peluang kader PKS menjadi cawapres Prabowo masih terbuka lebar. PKS berharap Prabowo mempertimbangkan kadernya, Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres. Nama Salim direkomendasikan menjadi cawapres oleh Ijtima ulama GNPF dan Tokoh Nasional.

"Iya. Apalagi ada Ijtima ulama yang sejalan dengan usulan dan keputusan dari Majelis Syuro. Rekomendasi Ijtima ulama itu yang merekomendasikan pak Segaf Al-Jufri dan ustaz Abdul Somad untuk masuk bursa cawapres," ungkapnya.

Pihaknya meminta Prabowo memperhatikan dengan serius usulan Ijtima ulama GNPF. PKS memperingatkan Prabowo agar tidak blunder dalam mengambil keputusan terkait cawapres.

"Nah itu sejalan dengan keputusan Majelis Syuro PKS. Dan ini harus dipertimbangkan serius ini keinginan dari umat. Ini tidak bisa dianggap main-main. Kenapa? Karena kalau ini tidak disikapi secara tepat maka bisa menjadi blunder bagi pak Prabowo dan Gerindra sendiri," tandas Suhud. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP