Demokrat duga ada yang menunggangi pemberitaan media asing Asian Sentinel
Merdeka.com - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menduga ada pihak yang menunggangi pemberitaan media asing asal Hong Kong, Asian Sentinel. Apalagi saat ini menjelang Pemilu 2019.
Dia menyebut kasus Bank Century yang dimuat dalam Asian Senitel telah selesai secara hukum dan politik.
"Kami menengarai ini ditunggangi. Jadi ini enggak lagi murni soal kebebasan pers tapi kami harus clear-kan dulu soal kebebasan persnya supaya fair," kata Hinca di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9).
Dia mengatakan image sebuah partai sangatlah penting di dunia politik. Sehingga artikel yang tidak benar sangatlah merugikan. Seperti halnya pemberitaan yang dipublikasikan oleh Asian Sentinel.
"Image tentu sangat mahal dalam dunia politik dan fitnah ini sangat merugikan kami. Kewajiban kami meluruskan persoalan ini, setelah kami telusuri medianya juga enggak jelas, cuma lokasi saja yang dijelaskan di Hong Kong," papar dia.
Sebelumnya, Partai Demokrat melaporkan media asing Asian Sentinel ke Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Dalam artikel yang dimuat di website Asian Sentinel, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY diterpa skandal isu pencucian uang sekitar Rp 177 triliun selama 10 tahun menjabat sebagai presiden.
Hinca mengatakan kedatangan ke Dewan Pers guna menjaga kebebasan pers di Indonesia sesuai dengan kode etik jurnalistik yang ada.
Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya