Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demokrat bergabung, langkah Prabowo bentuk koalisi diyakini tambah alot

Demokrat bergabung, langkah Prabowo bentuk koalisi diyakini tambah alot Pertemuan Prabowo dan SBY. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Partai Demokrat telah menyatakan diri berkoalisi dengan Partai Gerindra. Namun, langkah Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuju Pilpres 2019 dinilai masih belum aman.

Khususnya terkait perebutan kursi cawapres. Di mana PKS menyodorkan Salim Segaf Aljufrie dan Ahmad Heryawan sebagai pendamping Prabowo. Hal ini yang dinilai bakal mengganjal koalisi Prabowo.

"Masing-masing partai punya calon, pembahasan koalisi pasti akan alot," kata Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/7).

Jika menghitung secara politik, peluang Partai Demokrat lebih terbuka mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo. Pasalnya, AHY sudah populer, elektabilitasnya cukup tinggi, dan punya modal logistik kuat dari Partai Demokrat.

Meski demikian, hal itu akan menimbulkan friksi dengan PKS yang setia berkoalisi mendukung Prabowo sejak Pilpres 2014.

Apalagi PKS ngotot kadernya jadi cawapres pada Pilpres 2019. Sejak jauh hari, PKS sudah menyiapkan sembilan nama untuk jadi cawapres Prabowo pada Pemilu 2019. Namun hingga kini Prabowo belum memilih nama cawapres dari daftar yang diajukan PKS.

"Ini kan pertimbangannya 'cottail effect'. Mencari figur yang bisa menambah elektabilitas Prabowo untuk mengimbangi elektabilitas tinggi Pak Jokowi," ujar Lili.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP