Demo di balai kota, warga Surabaya tolak Risma maju Pilgub Jatim
Merdeka.com - Pasca prahara politik menghantam koalisi PKB-PDIP jelang pendaftaran bakal Cagub-Cawagub Pilgub Jawa Timur ke KPU, belum ada bakal calon yang diusulkan kedua partai untuk menggantikan Abdullah Azwar Anas mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Bahkan hingga hari ini, Senin (8/1), saat KPU mulai membuka pendaftaran, belum ada kepastian soal nama pengganti Anas yang memilih mengembalikan mandat ke PDIP pada Sabtu (6/1) lalu.
Namun, santer disebut nama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni sebagai penggantinya. Termasuk juga nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga diisukan bakal menggantikan bupati Banyuwangi dua periode.
Santernya nama Risma sebagai bakal calon pengganti Anas, warga Surabaya-pun resah. Mereka langsung bereaksi dengan menggelar aksi di balai kota dengan isu menolak pencalonan Risma sebagai Cawagub Gus Ipul, siang ini.
Ada sekitar 300 orang yang ikut menggelar aksi. Para pendemo yang mengenakan ikat kepala kain putih bertuliskan Save Risma ini juga membawa spanduk dan poster yang salah satunya isinya 'Ojok Gelem Dibujuki Partai, Tetep Mimpin Suroboyo' (Jangan mau ditipu partai, tetap pimpin Surabaya).
Aksi ini pun bukan kali pertama. Ini yang kali kedua. Pada Jumat (4/1) lalu, sejumlah warga Surabaya yang menamakan Forum Saya Surabaya juga menggelar aksi. Misinya-pun sama: Menolak Risma sebagai Cawagub Gus Ipul.
Dan hari ini, sejumlah elemen massa yang salah satunya dari Ikatan Pemuda Perak Surabaya dan warga Jurang Kuping juga menuntut Risma untuk tidak terpengaruh kepada pencalonan dirinya sebagai pengganti Anas di Pilgub Jawa Timur 2018.
"Entah sebagai Cagub atau Cawagub, kami tetap menolak. Kami minta agar Bu Risma menyelesaikan amanahnya sebagai wali kota sampai akhir jabatan," teriak salah satu orator aksi di depan balai kota.
Sementara koordinator aksi, Sabar Soeastono menegaskan, jika PDIP tetap meminta Risma untuk menggantikan Anas mendampingi Gus Ipul, maka warga Kota Surabaya tidak akan lagi percaya kepada partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Partai hanyalah penggerak untuk mencari kekuasan. Sementara Bu Risma hanya dijadikan alat," tandas Sabar.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya