Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi: Saya mah apa atuh dibanding Ridwan Kamil, Deddy Mizwar

Dedi Mulyadi: Saya mah apa atuh dibanding Ridwan Kamil, Deddy Mizwar Dedi Mulyadi naik angkot. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei elektabilitas sosok kuat bakal calon Gubernur Jawa Barat. Terdapat 14 nama yang diajukan melalui skema pertanyaan tertutup. Hasilnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tertinggi dengan raihan 22 persen, disusul Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dengan elektabilitas 14,1 persen, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf dengan 11,8 persen dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebesar 7,3 persen.

Dedi Mulyadi yang selalu mengenakan iket kepala khas Sunda, menanggapi santai hasil survei yang menempatkan dirinya di bawah tokoh-tokoh lainnya. Dengan nada bercanda Dedi sudah bersyukur namanya masuk daftar calon gubernur.

"Sudah disebut namanya juga sudah Alhamdulillah. Segini juga sudah uyuhan (lebih baik). Atuh, saya mah apa atuh kalau dibandingkan dengan Deddy Mizwar, Ridwan Kamil dan Dede Yusuf," kata Dedi di Purwakarta, Jumat (24/3).

Dedi menyebut, tiga orang yang menempati peringkat teratas hasil survei Indo Barometer itu merupakan orang kota. Sementara dirinya tinggal di desa dan mengerjakan hal-hal yang kurang populer di mata khalayak ramai.

Semisal pertanian berbasis lingkungan, mengenakan baju kampret dan celana pangsi, sehari-hari berbahasa Sunda hingga memakan buah, kacapi atau sentul yang dinilainya kurang populer di kalangan masyarakat perkotaan.

"Nanti suka ada pertanyaan, buah kacapi itu apa? bisa dimakan tidak? Gimana cara makannya? Itu pekerjaan saya, memasarkan hal-hal yang tidak populer," jelasnya.

Dia melanjutkan, hal yang dikerjakan berbeda dengan orang lain yang melakukan hal populer mulai dari apartemen hingga apel New Zealand. Dia bersyukur, dengan mengerjakan hal yang tidak populer sekalipun, namanya masuk dalam jajaran 4 besar calon kuat Gubernur Jabar.

"Kalau orang lain memperkenalkan apartemen, saya memperkenalkan rumah panggung, beda populernya," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, rumah panggung selalu dirindukan setiap akhir pekan meski di hari-hari kerja orang terkesan melupakannya. "Orang tidak ingat rumah panggung kalau di hari kerja, tetapi kalau ingin hidup bahagia, mereka akan mencari rumah panggung," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP