Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi: Kami bukan ingin menang di survei

Dedi Mulyadi: Kami bukan ingin menang di survei Dedi Mulyadi. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi disebut sejumlah lembaga survei mengalami tren kenaikan elektabilitas di simpul utama daerah di Jawa Barat. Kenaikan ini terjadi secara merata sehingga membuat pasangan 'DM4Jabar' unggul dalam berbagai survei independen.

Dedi Mulyadi menanggapi biasa saja hasil survei yang menempatkan dirinya dan Deddy Mizwar memiliki elektabilitas tertinggi. Dia mengatakan hasil survei tidak terlalu penting sebagai cerminan utuh. Sebab, hasil perhitungan suara KPU Jawa Barat merupakan penentu kemenangan yang hakiki.

"Kami ini bukan ingin menang di survei tetapi kami ingin menang di pemilihan. Nanti kan, tanggal 27 Juni 2018," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Jumat (11/5).

Pemetaan Wilayah Pasangan DM4Jabar

Dalam konteks pemetaan wilayah, Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat tersebut mengatakan pihaknya sudah memiliki data valid. Hal tersebut didasarkan pada karakter pemilih secara geopolitik di provinsi yang menjadi kantong suara pemilu nasional tersebut.

"Wilayah Jabar Utara itu sudah masuk dalam fase tidak ingin lagi mengubah pilihan. Karakternya militan sebab bukan ikatan politik yang terbangun, tetapi ikatan kekeluargaan," katanya.

Menurut dia, pihaknya tinggal menguatkan lebih lanjut dengan cara menjaga silaturahmi dengan masyarakat di Jabar Utara. Caranya, setiap hari, tidak kurang dari 20 undangan yang tersebar di daerah tersebut dia hadiri.

"Caranya keondangan kok, diundang ya hadir karena kewajiban kita menjalin silaturahmi. Ditambah kan sejak lama komunikasi kultural kita sudah terjalin di Pantura," ujarnya.

Persepsi pemilih di wilayah Bandung Raya terhadap pasangan DM4Jabar pun mengalami tren positif. Hal yang sama terjadi di kawasan Jawa Barat bagian Selatan.

"Orang Jawa Barat mah kan harus selalu disilaturahmian. Mereka itu senang kalau kita ajak berpartisipasi, jadi tidak searah dari kita. Bisa sambil ngaliwet, numpeng, ngagubyang empang, apa saja pokoknya. Bagi kami itu yang penting rakyat bahagia. Silaturahmi itu yang penting," ujarnya.

Untuk diketahui, survei yang digelar Litbang Kompas menempatkan duet maut tersebut sebagai pemenang. Deddy-Dedi meraih hasil 42,8%, Ridwan-Uu menyusul di posisi kedua dengan raihan 39,9%.

Pasangan kandidat lain yakni Sudrajat-Syaikhu menyusul dengan angka 7,8%. Terakhir, TB Hasanudin-Anton berada di peringkat terakhir dengan raihan 3,1%. Sebanyak 6,4% respon masih belum menentukan pilihan.

Senada dengan hasil survei Litbang Kompas, Lingkar Survei Indonesia yang digawangi Denny JA juga melakukan survei di Pilgub Jawa Barat. Hasilnya, Deddy-Dedi unggul dengan persentase 43,2% disusul Ridwan-Uu dengan raihan 39,27%.

Sementara itu, Sudrajat-Syaikhu keluar sebagai juara tiga dengan raihan 8,2%. Pasangan TB Hasanudin-Anton berada di posisi buncit dengan persentase 4,1%. Sisa persentase suara menjadi swing voters yang masih diperebutkan para kandidat pasangan calon. (mdk/rzk)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP