Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daripada perpustakaan, ketua BURT DPR lebih pilih gedung DPR baru

Daripada perpustakaan, ketua BURT DPR lebih pilih gedung DPR baru Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Badan Urutan Rumah Tangga (BURT) DPR Roem Kono mengakui bahwa perpustakaan baru DPR masuk dalam program parlemen modern berkaitan dengan 7 megaproyek. Namun Roem menganggap bahwa pembangunan gedung baru untuk anggota dewan lebih dibutuhkan.

"Gedung yang kita tempati sekarang kapasitas ukurannya hanya 800 orang. Sekarang pegawai tetap 3 ribu lebih belum tamu, kita khawatir gempa seperti dulu," kata Roem di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

‎Politikus Golkar ini berujar bahwa setelah kebijakan moratorium Presiden Joko Widodo (Jokowi) BURT belum melakukan pembahasan terkait penundaan pembangunan gedung baru DPR dan alun-alun Demokrasi. Maka dari itu dia belum tahu apakah ada pengalihan pagu anggaran kedua proyek itu untuk perpustakaan baru DPR.

"BURT belum dapat arahan yang baru. Jadi itu saya no comment saja (soal perpustakaan)," tuturnya.

Terkait pembangunan gedung baru, Roem menyarankan agar Sekjen DPR berkomunikasi langsung dengan pimpinan DPR. Kemudian dilanjutkan dengan pengiriman surat ke Jokowi.

"Jangan ada standar ganda, pemerintah juga harus lihat lagi kebutuhan. Saya yakin presiden baik, jujur buktinya dia tinjau Hambalang. Kalau perlu presiden tinjau gedung kita bisa bangun atau tidak. Itu domain pemerintah. Kalau perlu tendernya dilakukan di kantor KPK," paparnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP