Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Dana aspirasi perlihatkan pimpinan DPR berciri pebisnis'

'Dana aspirasi perlihatkan pimpinan DPR berciri pebisnis' Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai rencana dana aspirasi anggota DPR senilai Rp 11,2 triliun memperlihatkan fungsi Ketua DPR Setya Novanto tidak berjalan.

Kata dia, selama Setya Novanto memimpin, muncul kecenderungan negatif yang menjadikan DPR sebagai pembangun bukan pengawas.

"Dana aspirasi ini adalah kecenderungan pimpinan DPR yang sibuk dengan pembangunan dan proyek. Ini menjadi ciri khas pebisnis. Wacana menjadikan DPR modern cenderung menipu dan rancangan seperti gedung baru, alun-alun dan ada sekarang dana aspirasi," kata Lucius di Kantor ICW, Jalan Kalibata IV, Jakarta Selatan, Senin (15/6).

Lanjut dia, kinerja Setya Novanto melenceng dari posisinya sebagai juru bicara DPR. Politikus Partai Golkar itu memperlihatkan ketidaktegasannya dalam mengambil keputusan soal dana aspirasi.

"Peran pimpinan melenceng jauh. Dia tidak bisa pimpin. Demikian para wakil setali tiga uang. Mereka berkompromi untuk bangun, bukannya menjalankan tugasnya," papar dia.

Tak berhenti di situ, Lucius juga mengkritik kinerja DPR selama ini. Menurutnya, dana aspirasi yang diusulkan merupakan bukti jika DPR belum menghasilkan apa-apa.

"Karena mereka belum hasil apa-apa, ya mereka bangun program. Ini watak pebisnis. Ini DPR modern yang ingin dijelaskan oleh pemimpin DPR," pungkas dia.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP