Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daftar caketum Golkar, Priyo enggan bayar mahar Rp 1 miliar

Daftar caketum Golkar, Priyo enggan bayar mahar Rp 1 miliar Priyo Budi Santoso. ©2014 Merdeka.com/iqbal fadil

Merdeka.com - Jelang tengah malam, bakal calon Ketum Golkar Priyo Budi Santoso bersama sebagian tim suksesnya mendatangi Kantor DPP Golkar. Dia berniat mendaftarkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar.

‎"Seluruh persyaratan semua sudah kami siapkan. Saya patuh atas semua persyaratan yang ada tolong diverifikasi," kata Priyo di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (4/5).

Sedangkan terkait mahar Rp 1 miliar, Priyo enggan membayar. Dia meminta agar entah itu komite etik, panitia penyelenggara, ataupun DPP Golkar memberikan sikap atas pendapat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab KPK telah menyatakan mahar tersebut sebagai gratifikasi yang mengindikasikan adanya money politic.

‎"Kalau itu sudah fatwa KPK ya ini harus diperhatikan. Saya tahu kekuasaan, kewenangan, dan pandangan KPK. Memang semua pihak harus mau enggak mau, suka enggak suka mendengarkan. Karena tujuannya untuk Indonesia lebih baik dan bersih. Kami putuskan untuk menghormati sepenuhnya pandangan KPK," ujar Priyo di Kantor ‎DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (4/5).

Mantan wakil ketua DPR ini menyatakan terpanggil ikut bursa calon ketum Golkar‎ karena derasnya dukungan dari kader daerah. Dia berjanji akan menawarkan harapan baru untuk penyatuan Golkar yang sempat mengalami sengketa internal.

‎"Saya meyakini dan ingin memastikan jalan penyatuan kembali Golkar, jalan rekonsiliasi Partai Golkar memang mengarah ke jalan yang benar. Munaslub ini kita gunakan sebagai momentum untuk menyudahi semua konflik, perkelahian, dan gesekan yang merugikan kesolidan Partai Golkar. Ini kita anggap penting," ungkapnya.

Sedangkan, Ketua Pengarah Tim Sukses Hajriyanto Y Tohari menyatakan siap memberikan dukungan politik pada Priyo Budi Santoso. Hal tersebut lantaran Priyo dianggap sebagai tokoh muda golkar yang memiliki talenta.

"Dia punya keberanian untuk menyatakan sikapnya sejak masa-masa persidangan anggota DPR 1997. Bahkan dia pernah menantang mundur seorang menteri dalam kabinet terakhir presiden Soeharto pada waktu itu. Saya mengarahkan Priyo Budi Santoso untuk menjalankan politik bersih, bertanggungjawab, dan menjalankan Golkar berwawasan kebangsaan dan kekayaan," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP