Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita tes kesehatan calon Pilkada Batu, ada yang takut jarum suntik

Cerita tes kesehatan calon Pilkada Batu, ada yang takut jarum suntik Tes kesehatan Pilkada Batu. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Para bakal calon wali kota dan wakil wali kota Batu menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Empat pasangan melanjutkan tes kesehatan setelah Sabtu (24/9) menjalani tes psikologi.

Masing-masing bakal calon ternyata berbeda-beda dalam menyiapkan tes yang akan dijalani. Ada yang sengaja mempersiapkan diri dari rumah dengan treadmild, namun beberapa mempersiapkan secara santai.

Tes diawali dengan pendaftaran dan pengisian form di loket. Sesuai urutan kehadiran para bakal calon menjalani pengambilan darah dan urine.

Pasangan yang paling awal datang adalah Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso yang disusul kemudian pasangan Khairuddin dan Hendra Angga Sonata yang datang secara terpisah.

Tidak berselang lama pasangan calon perseorangan (independen) Abdul Majid dan Kasmuri Idris. Pasangan yang paling akhir datang adalah HA Rudi SB-Sujono Djonet.

Hari ini, para bakal calon harus berpuasa selama 10 jam sebelum diambil darah dan urinenya. Semua tes meliputi uji laboratorium untuk mengetahui kesehatan fisik dan penyalahgunaan narkoba.

"Berusaha cukup istirahat, tetapi bagaimana ya, semalam masih hadir di undangan manten, paginya datang di acara jantung," kata Dewanti Rumpoko di RSSA, Senin (26/9).

Dewanti mengaku tetap sibuk dengan berbagai kegiatan di sela aktivitas persiapan Pilkada. Istri wali kota Eddy Rumpoko itu mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi tes kesehatan.

Sementara itu, Abdul Madjid mengaku mempersiapkan diri dengan banyak beristirahat. Madjid yang datang mengenakan pakaian olahraga itu memperkirakan tes akan menguras aktivitas fisik.

"Persiapannya istirahat, supaya tidak lelah saja," katanya.

tes kesehatan pilkada batu

Tes kesehatan Pilkada Batu ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Persiapan serupa juga dilakukan oleh Khaeruddin (Gus Din) yang mengaku menjaga kesehatan dengan menjaga kebugaran. Ia menyempatkan diri treadmil sebelum menjalani tes.

"Kita tetap fresh, tidak stress, tetapi kemarin juga masih nganter manten, mendampingi Wagub ke Ngantang, dan pengajian juga. Ada sih treadmil juga," kata bakal calon dari PKB ini.

Gus Din mengaku April lalu juga melakukan tes serupa tetapi yang melakukan partainya. Ia mengaku sudah memiliki hasil tes narkoba, tetapi sesuai ketentuan harus tetap menjalani tes yang dilakukan KPU.

Bakal calon wakil wali kota dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sujono Djonet, mengaku tetap menjalani kegiatan seperti hari biasa. Djonet yang mendampingi HA Rudi, mengaku tetap santai menghadapi tes.

"Ngggak seberapa (istirahat), tetap sibuk," kata Djonet.

Dalam pantauan merdeka.com, para bakal calon satu per satu harus diambil darahnya. Saat giliran Djonet, dokter beberapa kali gagal mengambil darah, karena tidak menemukan arteri.

Pengambilan darah semula di tangan kiri, kemudian berpindah ke tangan kanan. Petugas tampaknya grogi, sehingga harus memanggil petugas yang lain.

Pengambilan baru barhasil setelah kembali pindah ke tangan kanan. Diduga karena terlalu tegang, sehingga gagal diambil darahnya.

"Saya loh malah senang dipegang, masak tegang. Ganti lagi tah," kata Djonet disambut tawa dokter dan paramedis lain.

Ketua KPU Kota Batu, Rochani mengungkapkan, tes dilakukan untuk mengetahui sehat secara jasmani dan penyalahgunaan narkoba. Tes ini untuk melengkapi psikotes yang sudah berlangsung.

"Ada parameter yang digunakan oleh IDI, HIMSI dan BNN untuk mengukur kesehatan dimaksud. Sudah standart nasional," tegasnya.

I Wayan Agung Hendra, Ketua Tim Dokter Penguji Bakal Pasangan Calon mengatakan, hasil tes secepatnya akan diserahkan kepada KPU. Dokter dan tenaga medis akan selesai bekerja pada Selasa (27/9) besok.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP