Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Caleg PAN: Perempuan harus punya kualitas, bukan pelengkap kuota

Caleg PAN: Perempuan harus punya kualitas, bukan pelengkap kuota Rakernas PAN. ©2013 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sesuai dengan amanat UU, kehadiran perempuan di legislatif harus melengkapi target kuota 30 persen. Namun bagi Caleg dari PAN, Inday Joan Sanabe ini, keikutsertaan seorang perempuan di legislatif bukan untuk sekedar melengkapi kuota tersebut. Seorang caleg perempuan juga punya visi dan misi.

"Banyak partai politik menempatkan kaum perempuan sebagai caleg untuk melengkapi kuota 30 persen. Akibatnya mereka banyak disangsikan akan kualitas. Ini merupakan tantangan yang ada," kata Inday, Minggu (30/3).

Joan merupakan caleg Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan Kabupaten Gorontalo Utara. Baginya, keikutsertaan sebagai caleg sudah dipertimbangkan jauh-jauh hari. Karena melihat kondisi sosial masyarakat di daerah namun belum ada perhatian serius. Dia tidak menyalahkan amanat UU terkait 30 persen keterwakilan perempuan, tetapi yang dimiliki saat ini adalah kecerdasan dan amanah baginya untuk berpartisipasi di dunia politik.

Dalam kampanye saat ini, Joan terus mengangkat masalah kesehatan. Terutama perbaikan gizi ibu dan anak dan menekan angka kematian merupakan hal strategis dan penting. Menurut dia, di Kabupaten Gorontalo Utara dengan kondisi geografis daerah yang jauh dari pusat perkotaan serta beberapa kecamatan kepulauan, ternyata perhatian kesehatan masih kurang.

"Banyak daerah jauh dan terpencil ternyata tidak memiliki dokter. Kemudian sosialisasi terhadap peningkatan kesehatan ibu hamil minim menyebabkan angka kematian juga terjadi," ungkapnya.

Menurut Joan, caleg perempuan harus punya konsep sehingga bisa menepis isu tentang ketidakmampuannya menjadi anggota DPRD. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP